Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Pegawai Diler Tipu 30 Pembeli Motor, Iming-Iming Harga Lebih Murah

14 Januari 2020, 09: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Kapolres AKBP Bambang Yugo Pamungkas menginterogasi Firdaus di Mapolres Sukoharjo kemarin (13/1)

Kapolres AKBP Bambang Yugo Pamungkas menginterogasi Firdaus di Mapolres Sukoharjo kemarin (13/1) (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Jangan mudah tergiur dengan harga murah. Termasuk ketika membeli sepeda motor. Sebab, sudah ada 30 pembeli sepeda motor tertipu dengan total kerugian Rp 400 juta. 

Tersangkanya adalah Muhammad Firdaus Iskandar, 41, warga Dukuh Plampang, RT 01 RW 06, Ngombakan, Polokarto. Modus pelaku yang merupakan oknum pegawai diler motor di kawasan Gemblegan, Serengan, Kota Solo ini mengiming-imingi calon pembeli motor dengan harga di bawah pasaran. 

"Sudah ada sepuluh korban dengan 13 sepeda motor berbagai jenis (yang ditawarkan). Diperkirakan ada 30 korban lainnya,” terang Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas di mapolres setempat, Senin (13/1).

Karena ditawari harga motor murah, lanjut kapolres, calon pembeli tergiur. Mereka tak sadar menjadi target kejahatan. Kasus tersebut terungkap setelah Sutoyo Budi, salah seorang korban melapor ke polisi.

Dia membeli sepeda motor Honda Scoopy 2019 yang seharusnya senilai Rp 20 juta, tapi oleh pelaku hanya diminta bayar Rp 17 juta. Uang belasan juta dibayar kontan. 

Beberapa bulan kemudian, Sutoyo didatangi petugas leasing untuk meminta pembayaran angsuran motor. Korban kebingungan karena merasa tak membeli motor secara kredit.

Sutoyo kemudian mendatangi kantor leasing bersangkutan. Betapa terkejutnya korban, ternyata Honda Scoopy yang dibelinya lewat Firdaus bukan secara kontan. Melainkan kredit.

Uang senilai Rp 17 juta yang diserahkan kepada pelaku ternyata digunakan untuk membayar uang muka senilai Rp 2,5 juta dan lima kali angsuran dengan nominal per bulan Rp 1,3 juta. Sisanya, masuk kantong pribadi Firdaus

“Rata-rata (yang dialami) korban (lainnya) juga sama. Ada modus lain yakni dengan menginformasikan kepada korban bahwa telah mendapat undian sepeda motor dan cukup menebusnya Rp 9 juta. Namun, setelah uang diberikan, motor tak kunjung datang,” beber katanya.

Ada pula modus tukar tambah sepeda motor. Namun, hasil penjualan motor lama tidak dibelikan sepeda motor baru. Lagi-lagi masuk kantong Firdaus.

Korban lainnya, Isti Suparni, 40, warga Bukel, Polokarto menyatakan telah membeli tiga unit sepeda motor sekaligus lewat Firdaus dengan total Rp 54 juta. Rinciannya, Honda PCX 2019 senilai Rp 26 juta, Honda Beat 2019 Rp 14 juta dan Honda Scoopy Rp 14 juta.

"(Sepeda motor) untuk saya, suami, dan anak. Awalnya tersangka datang ke rumah menawarkan kendaraan dengan harga miring di bawah pasaran,” ungkapnya.

Layaknya korban lain, Isti pun tergiur dan menyerahkan uang puluhan juta itu secara tunai. Tiga unit sepeda motor datang Juli dan Agustus 2019. Isti baru tahu kena tipu setelah petugas leasing menagih uang angsuran pada Desember 2019.

"Dia (pelaku) sudah pesan ke saya, tidak perlu mikir apa-apa. Kalau ditagih leasing suruh mengabaikan karena dia yang ngurus. Petugas leasing menginformasikan tunggakan cicilan selama dua bulan,” beber dia.

Sementara itu di Mapolres Sukoharjo, Firdaus mengaku telah beraksi selama satu tahun enam bulan dengan jumlah korban sekitar 30 orang. Uang hasil penipuan digunakan untuk foya-foya. “Paling mahal Honda PCX seharga Rp 26 juta. Namun, hanya saya bayar di leasing Rp 9 juta. Uang sisanya saya pakai sendiri,” ujarnya.

Berdasarkan catatan Polres Sukoharjo, terdapat 17 pemilik sepeda motor yang dibeli lewat Firdaus belum melapor. Saat ini, barang bukti yang diamankan sebanyak 13 unit sepeda motor beragam merek. Korban mayoritas merupakan kenalan Firdaus. Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara, denda Rp 900 juta. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia