Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Prapembangunan Flyover Purwosari, DLH Mulai Pangkas Pepohonan

14 Januari 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Pohon-pohon di kawasan Purwosari mulai ditebang sebelum proyek flyover dimulai pada Februari nanti

Pohon-pohon di kawasan Purwosari mulai ditebang sebelum proyek flyover dimulai pada Februari nanti (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Tahapan prapembangunan Flyover Purwosari dimulai. Jalur hijau Jalan Slamet Riyadi di kawasan Purwosari mulai kemarin disterilkan. Puluhan pohon dipangkas dan segera dipindah ke Taman Balekambang untuk perawatan lanjutan. 

Sejak pagi, sejumlah petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta mulai memangkas deretan pepohonan di jalur hijau. Di barat palang kereta Purwosari sampai depan SMA Batik 1. Pemangkasan pohon itu tidak sekadar perampingan seperti biasanya, melainkan dipangkas hingga tinggal menyisakan batang utamanya saja. 

“Pagi tadi ada petugas yang memangkas pohon di jalur hijau Purwosari. Sekarang mulai proses pembersihan,” jelas Slamet, 54, mandor pemindahan pohon terdampak pembangunan Flyover Purwosari saat dihampiri di sela kegiatan.

Usai dipangkas, pohon-pohon itu akan dicabut hingga ke akar untuk penanganan selanjutnya. Nantinya, pohon itu akan diberi obat perangsang pertumbuhan sebelum akhirnya dipindah ke lokasi baru. 

“Ini menunggu alat berat dulu untuk cabut pohon. Nanti setelah dicabut akan diberi obet perangsang pertumbuhan akar. Setelah itu baru ditutup dengan kantong berisi tanah,” jelas dia.

Setelah pohon-pohon gundul itu diberi obat, pohon akan dibiarkan di lokasi selama beberapa hari sebelum diangkut. Ini dilakukan agar akar-akar yang rusak bisa tumbuh kembali sebelum di tanam di kebun pembibitan di Taman Balekambang. “Yang dipangkas dan diputar ini belum semua pohon. Baru beberapa saja, mulai dari simpang Kerten sampai timur palang kereta Purwosari,” kata Slamet.

Sekadar informasi, Pemerintah Kota Surakarta menargetkan pemindahan 337 pohon di jalur hijau Purwosari. Sterilisasi itu ditarget klir hingga akhir Januari atau awal Februari mendatang. “Memang belum semuanya karena dilakukan bertahap. Sejak beberapa hari lalu kami kerjakan pemangkasan pohonnya. Senin (13/1) mulai penanganan lanjutan dengan pemindahan sebagian vegetasi yang ada di sana. Targetnya pemindahan pohon rampung akhir bulan ini,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta Gatot Sutanto.

Berdasarkan laporan yang dia terima, hingga Senin (13/1) siang sudah ada puluhan pohon yang dipindah ke kebut bibit Taman Balekambang. Sementara sisanya menyusul karena masih dalam penanganan seperti pemberian obat dan lainnya. 

“Setelah dipindahkan dari lokasi awal pohon-pohon itu akan ditanam di kebun bibit dulu untuk perawatan. Sampai akar dan dahannya kembali tumbuh, baru akan dipindah ke lokasi lainnya,” terang dia.

Untuk lokasi penanaman lanjutan, pihaknya sudah membidik sejumlah lokasi seperti di kawasan Jurug, Bong Mojo, dan sekitar TPA Putri Cempo. Pemkot sengaja memindahkan tanaman itu di area lapang mengingat pepohonan yang dicabut struktur perakarannya tidak sekuat seperti sebelumnya. Oleh sebab itu kawasan lapang yang jarang dilalui orang dibidik sebagai lokasi penghijauan. 

“Kalau ditanam di pinggir jalan tidak memungkinkan karena rawan tumbang karena struktur akarnya pasti tidak seperti saat ditanam dari kecil. Makanya ditanam di lokasi jauh dari lalu lintas padat dan permukiman,” tegas Gatot. (ves/mg4/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia