Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Pembangunan Flyover, Mulai 4 Februari Dilarang Melintas Purwosari

15 Januari 2020, 08: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Jalan di sekitar perlintasan sebidang Purwosari akan ditutup mulai 4 Februari

Jalan di sekitar perlintasan sebidang Purwosari akan ditutup mulai 4 Februari (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pembangunan Flyover Purwosari bakal dimulai bulan depan. Mulai 4 Februari mendatang, akses perlintasan sebidang kereta api di lokasi itu bakal ditutup untuk umum. Targetnya, pada 20 Desember, proyek yang didanai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 ini sudah kelar.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.6 Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Jateng Alik Mustakim mengatakan, pembangunan fisik Flyover Purwosari dimulai pada Februari mendatang. Untuk memperlancar pembangunan itu, pihaknya meminta mulai 4 Februari, pemkot bisa menutup jalan dan akses lalu lintas di perlintasan sebidang kereta Purwosari. 

“Kami minta ditutup untuk memaksimalkan pekerjaan. Nanti pekerjaannya langsung dilakukan dari dua sisi, baik di timur maupun barat perlintasan kereta,” jelas dia dalam sosialisasi pembangunan Flyover Purwosari di Hotel Swiss-Belinn Saripetojo, Selasa (14/1) malam.

Setelah akses lalu lintas ditutup, pihaknya bakal menerjunkan mesin bor pile di kedua sisi proyek di timur dan barat perlintasan kereta api. Teknis itu dilakukan untuk mempercepat masa pengerjaan proyek senilai Rp 104 miliar ini. 

“Awal ini membangun konstruksinya. Juli-Agustus jalur lambat di bawah flyover disiapkan. Agustus-Desember jalur lambat di utara dan selatan jembatan layang bisa dilalui. Target selesai 20 Desember,” terang Alik.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Hari Prihatno mengatakan, penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas seiring pelaksanaan pekerjaan Flyover Purwosari disesuaikan dengan lima tahapan pembangunan. Tahap awal, pembangunan dilakukan di akses lalu lintas perlintasan sebidang kereta api Purwosari.

“Tidak ada uji coba manajemen dan rekayasa lalu lintas. Nanti kami terapkan langsung per 4 Februari itu. Sepekan sebelumnya semua kebutuhan rambu dan markah sudah disiapkan. Agar lebih aman, nanti ditempatkan petugas akan berjaga di setiap simpang jalan sekitar lokasi proyek,” tegas Hari.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo Abdullah Soewarno berharap pemkot bisa lebih detail dalam penyampaian informasi terkait perubahan lalu lintas di sekitar proyek Flyover Purwosari. Penyebaran informasi yang detail itu diperlukan, mengingat tiap akhir pekan wisatawan dari luar kota banyak masuk dan berkunjung ke Solo. Sebab itu, harus ada informasi agar kendaraan dari luar kota tidak kebingunan mencari akses alternatif. 

“Kalau bisa dilengkapi dengan rambu petunjuk arah dan papan informasi. Khususnya di simpang atau ruas jalan yang merupakan jalur lintas antarkota seperti di sekitar pintu tol dan batas-batas kota,” tutur Abdullah. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia