Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Dapat Rekomendasi atau Tidak, Gibran Tetap Nazar Sowan Wali Kota Rudy

15 Januari 2020, 07: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Gibran Rakabuming bertemu dengan para seniman di Pujasera Sriwedari Solo, kemarin (14/1)

Gibran Rakabuming bertemu dengan para seniman di Pujasera Sriwedari Solo, kemarin (14/1) (ISWARA BAGUS/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Bakal calon wali kota (bacawali) asal PDIP Gibran Rakabuming Raka bernazar bertemu Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo. Itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus menetralisasi suhu politik internal yang akhir-akhir ini menghangat.

Hal tersebut disampaikan Gibran di sela-sela blusukan di kawasan Pujasari Sriwedari, Selasa (14/1). Rencana pertemuan dengan Rudy sudah diangan-angankan jauh sebelum mendaftar ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Tengah sebagai bacawali. Namun saat itu dia belum berhasil menghadap.

“Dulu kan pernah saya bilang, kalau rekomendasinya sudah turun entah ke saya atau bukan saya tetap sowan ke Pak Rudy. Orang pertama yang akan saya sowani itu Pak Rudy,” katanya.

Pengusaha martabak itu tak bisa memastikan kapan bertemu dengan Rudy. Gibran memilih menyesuaikan jadwal sang wali kota. “Nanti saja, beliau sibuk. Beliau orang sibuk,” tegasnya.

Sementara itu disinggung mengenai arah rekomendasi DPP PDIP yang mengarah padanya, ayah dua anak ini mengaku tidak ingin percaya dengan kabar burung. Gibran memilih menunggu surat resmi yang dikeluarkan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Belum ada kabar, nanti kita tunggu statemen resminya saja. Kemarin pas fit and proper test dikasih tahu kalau dipanggil DPP (jika mendapat rekomendasi),” ujarnya.

Terpisah, Wali Kota Surakarta sekaligus Ketua DPC PDIP  Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mempersilakan siapa saja bertemu dengannya, baik di rumah dinas maupun di balai kota. Dia tidak pernah menolak masyarakat untuk bertemu dengannya. Soal kabar permintaan pertemuan dari Gibran, Rudy mengaku belum pernah menerima permintaan tersebut.

“Siapapun boleh ketemu saya, apalagi putranya presiden. Selama ini belum (ada permintaan), baik ke saya maupun melalui ajudan. Wong pintu ini terbuka siapapun bisa masuk,” katanya. 

Di sisi lain, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN)Jawa Tengah meminta DPD PAN Surakarta mencopot spanduk dukungan terhadap Achmad Purnomo –Teguh Prakosa sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota 2020. Spanduk tersebut dianggap mengadu domba internal partai.

Sekretaris DPW PAN Jawa Tengah Umar Hasyim langsung menginstruksikan pengurus DPD untuk mencopot puluhan spanduk yang tersebar di jalan protokol Kota Solo sepekan terakhir. Menurutnya, PAN belum memiliki sikap resmi terkait pemilihan wali kota (pilwalkot) Kota Surakarta 2020.

“Saya minta ketua DPD untuk memerintahkan kader melepas gambar-gambar itu. Meskipun secara pribadi-pribadi misal ada yang mendukung Pak Pur nggak masalah, tetapi harus ada proses di partai,” katanya, Selasa (14/1).

DPW, lanjut Umar, akan melakukan penyelidikan untuk mencari siapa dalang pemasangan spanduk-spanduk tersebut. Mantan ketua DPD PAN Surakarta itu melihat ada dua kemungkinan, pertama spanduk tersebut benar-benar dipasang oleh oknum kader PAN. Kemungkinan kedua dipasang oleh orang-orang di luar partai.

“Namanya politik kan bisa saja. Mlaku ngidul wae tekone ngulon. Jangan-jangan itu upaya memecah belah partai?,” ucapnya.

Sebelumnya Achmad Purnomo membocorkan kabar jika PAN sudah bulat memberikan dukungan kepadanya. Itu dibuktikan dengan ucapan Ketua DPD PAN Surakarta Achmad Sapari di setiap kesempatan. Purnomo juga kerap hadir dalam acara internal partai berlambang matahari bersinar itu. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia