Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Olahraga

Salahudin Beri Peringatan Bruno Casimir, Kendalikan Emosimu Bro!

15 Januari 2020, 08: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Bruno Casimir saat sesi latihan di Lapangan Dibal, Ngemplak, Boyolali. Pelatih meminta Bruno lebih bisa mengendalikan emosi

Bruno Casimir saat sesi latihan di Lapangan Dibal, Ngemplak, Boyolali. Pelatih meminta Bruno lebih bisa mengendalikan emosi (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kritikan pedas diterima centerback Bruno Casimir usai laga Forever Game Persis Solo kontra Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (11/1).

Pemain naturalisasi asal Kamerun itu harus diusir wasit karena mendapat dua kali kartu kuning. Wasit Tabrani yang memimpin laga tanpa ragu mengganjar Bruno kartu merah. Bruno dengan jelas melanggar cukup keras pemain Persebaya Rendy Irwan. Saat menghalau bola, kaki kanannya “nyangkut” ke punggung pemain lawan. Alhasil, dia menerima kartu kuning kedua.

Sebelumnya, dia juga kedapatan melanggar pemain Persebaya di kotal penalti. Hingga berbuah gol pertama Bajul Ijo dari titik putih. Sontak, Bruno langsung dihujani kritik pedas dari suporter yang melihat pertandingan lewat streaming. Tim pelatih Persis menyadari hal itu. Bruno langsung mendapat peringatan dari Head Coach Salahudin.

”Dia sudah saya panggil, saya beri masukan. Saat uji coba saja seperti itu, bagaimana nanti kalau di kompetisi resmi? Saya minta dia bermain lebih sabar lagi,” beber Salahudin, kemarin (18/1).

Namun demikian, Salahudin juga memuji penampilannya. Terutama semangat juangnya yang masih tinggi, meski usianya tak lagi muda. Bruno beberapa kali menggagalkan serangan yang dibangun Persebaya. Meski satu tackle yang dia lakukan berbuah penalti lawan.

”Semangat juang oke, cuma perhitungan dia harus tepat. Terutama saat menghalau kecepatan pemain lawan, seperti yang terlihat di pertandingan kemarin,” imbuhnya.

Empat gol yang bersarang ke gawang Persis juga jadi evaluasi besar. Banyak fatkor dari hasil minus itu. Mulai dari cederanya Sendri Johansyah yang diganti Wildan Mauludiin. Padahal Wildan baru saja mendarat di Solo. Lalu faktor kartu merah yang diterima Bruno, hingga membuat lini pertahanan jadi pincang.

”Memang lini pertahanan belum lengkap. Itu yang jadi masalah. Kami masih cari pemain lagi berposisi centerback,” jelasnya.

Sementara itu, Jodi Kustiawan yang sempat dirumorkan kembali merapat, belum juga ada kejelasan. Jodi dikabarkan juga didekati oleh tim Liga 1. Namun dia belum memberi keputusan. Di sisi lain, Salahudin juga punya incaran centerback sendiri. Pemain tersebut dijadwalkan akan merapat pekan ini.

”Dia usianya sekitar 27 tahun. Usianya matang. Tapi saya juga menunggu kepastian Jodi, apakah di akan bertahan atau tidak,” tandasnya. (adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia