Jumat, 24 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Kali Keempat, Kecelakaan Terjadi di Overpass Manahan

15 Januari 2020, 06: 40: 59 WIB | editor : Perdana

Anggota Satlantas Polresta Surakarta evakuasi kendaraan yang terlibat laka di Overpass Manahan, Senin malam (13/1)

Anggota Satlantas Polresta Surakarta evakuasi kendaraan yang terlibat laka di Overpass Manahan, Senin malam (13/1) (SATLANTAS POLRESTA SURAKARTA FOR RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Peringatan agar pengendara yang melintas di Overpass Manahan ekstrahati-hati bukan sekadar basa-basi. Sebab, di lokasi ini sudah empat kali terjadi kecelakaan. Terbaru, Senin malam (13/1). Melibatkan satu unit mobil dan satu sepeda motor. Masing-masing pengendara hanya mengalami luka ringan.

Kecelakaan bermula ketika mobil Honda Civic nopol AD 7457 KJ yang disopiri Alvian Edo Kautsar, 33, warga Jeruk Legi, Tegal Tandan, Banguntapan, Bantul, Jogjakarta melintas dari arah barat menuju timur sekitar pukul 20.15.

Dari arah berlawanan melaju Honda Beat nopol AD 5238 KU yang dikemudikan Wulan Marsa, 31, warga Kampung Jantirejo, RT 01 RW 14, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan.

Di lokasi kejadian, diduga Wulan berusaha mendahului kendaraan lainnya namun melewati garis markah tak putus dan melaju terlalu kanan. Mobil Honda Civic tidak bisa menghindar mengingat lebar ruas jalan overpass terbatas.

Benturan tak dapat dihindari. Akibatnya, bodi dua kendaraan sama-sama ringsek. Beruntung, masing-masing pengendara hanya mengalami luka ringan. 

“Anggota piket unit laka langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Selama proses evakuasi kita melaksanakan pengaturan arus supaya jalur lancar,” terang Kanitlaka Satlantas Polresta Surakarta Iptu Adis Dani Garta, kemarin (14/1).

Saat ini, polisi masih menunggu kondisi Alvian dan Wulan pulih untuk diminta keterangannya, sedangkan kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan di Mako II Polresta Surakarta.

Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Busroni mengakui, bukan kali ini saja terjadi kecelakaan di Overpass Manahan. Penyebabnya sama, human error. “Seharusnya kecelakaan bisa dicegah sejak awal. Asalkan pengendaranya tertib lalu lintas,” ucapnya.

Rambu batas kecepatan dan markah jalan yang tak terputus, lanjut Busroni, bisa terlihat dengan jelas. Sayangnya, dengan alasan menghindari macet, pengendara nekat mendahului kendaraan lainnya dengan memakan lajur sebelahnya. “Itu sangat berbahaya. Saya tegaskan supaya pengendara lebih sabar ketika naik maupun turun di Overpass Manahan,” tegas dia. (atn/wa) 

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia