Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Ungkap Korupsi BKK Eromoko Baru Permulaan, Masih Ada Beberapa Kasus

15 Januari 2020, 11: 50: 59 WIB | editor : Perdana

Dari kiri, Kasi Pidsus Ismu Armanda Suryono, Kajari Wonogiri Agus Irawan Yustisianto, dan Kasi Intel Amir Akbar beri keterangan pers di aula kejari setempat, Selasa (14/1)

Dari kiri, Kasi Pidsus Ismu Armanda Suryono, Kajari Wonogiri Agus Irawan Yustisianto, dan Kasi Intel Amir Akbar beri keterangan pers di aula kejari setempat, Selasa (14/1) (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Pengungkapan kasus korupsi di BKK Eromoko Cabang Pracimantoro senilai Rp 2,7 miliar diklaim hanya sebagai permulaan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri mengaku bersiap ungkap kasus korupsi lainnya.

"Ini (kasus korupsi di BKK Eromoko) hanya gebrakan awal tahun saja. Masih ada beberapa kasus tipikor (tindak pidana korupsi) lain yang Insya Allah segera kita ungkap," beber Kepala Kejari Wonogiri Agus Irawan Yustisianto  di aula kejari setempat, Senin (13/1).

Kasus apa yang akan diungkap? Agus masih merahasiakannya. Tapi yang jelas, setelah berkas korupsi BKK Eromoko Cabang Pracimantoro dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, kasus korupsi yang diusut segera di-publish.

“Tersangka (Giri Rahmanto) kita tahan dulu 20 hari ke depan sambil kita matangkan berkas perkaranya. Setelah dilimpahkan (ke Pengadilan Tipikor), baru kita ungkap lagi kasus korupsi (lainnya)," katanya.

Sementara itu, akhir Desember 2019, Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan surat telegram berisi arahan penanganan tindak pidana korupsi pada penyelenggaraan pemerintah daerah. Surat bernomor ST/3388/Xll/HUM.3.4./2019 tersebut ditujukan untuk seluruh kapolda. Isinya memberikan tiga arahan.

Pertama, penanganan laporan atau pengaduan masyarakat yang berindikasi tindak pidana korupsi pada penyelenggaraan pemerintah daerah. Kedua, pelaksanaan pencegahan, pengawasan, dan penanganan permasalahan dana desa. Ketiga, melaksanakan upaya pencegahan, penyelidikan, dan penyidikan tindak pidana korupsi yang lebih profesional dan berintegritas.

Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing melalui Kasat Reskrim AKP Purbo Adjar Waskito mengungkapkan, arahan kapolri bersifat penekanan kembali atas tugas-tugas pemberantasan korupsi. Dalam arahan tersebut tidak ada perintah baru, hanya teknis yang mengedepankan asas profesionalitas, berkepastian hukum.

“Target 2019 ada dua kasus tipikor selesai. Faktanya satu kasus selesai dan satu penyidikan akan selesai di 2020," jelasnya belum lama ini.

Ditambahkan kasat reskrim, tahun ini, anggaran yang digelontorkan ke jajaran satreskrim meningkat. Pada 2019 hanya Rp 1,38 miliar, sedangkan tahun ini Rp 1,79 miliar. "Targetnya 2020 ada tiga perkara korupsi diungkap," ungkapnya. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia