Jumat, 24 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Jateng

Jateng Peringkat Tertinggi Jumlah Pengurangan Kemiskinan di Indonesia

15 Januari 2020, 23: 01: 14 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Share this      

SEMARANG – Penurunan jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah menjadi yang terbanyak di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statisik (BPS), ada 63.830 penduduk miskin di Jawa Tengah yang telah lulus dari garis kemiskinan. Yakni dari 3,74 juta jiwa menjadi 3,68 juta jiwa per Maret-September 2019.

Prestasi Jawa Tengah dalam hal pengentasan angka kemiskinan ini jauh melampaui DKI Jakarta dan Jawa Barat. DKI Jakarta misalnya, mampu menurunkan angka kemiskinan sebanyak 3.250 jiwa dan Jawa Barat 950 jiwa.

Secara terperinci, jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah per September 2019 turun 0,22 persen menjadi 10,58 persen dibanding Maret 2019 sebesar 10,80 persen. Angka ini memang masih berada di bawah Papua yang penurunan jumlah penduduk miskinnya mencapai 0,98 persen. Namun secara jumlah, Jawa Tengah lebih unggul.

Penurunan jumlah penduduk miskin juga terjadi pada periode September 2018-September 2019. Jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah berkurang dari 188.020 jiwa dari 3,867 juta menjadi 3,679 juta jiwa.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan bangga dengan prestasi tersebut. Namun, dia mengaku belum puas atas pencapaian ini. Dia meminta seluruh jajarannya untuk bekerja dan berupaya lebih keras dalam  memberantas kemiskinan.

”Mudah-mudahan ini hasil kerja keroyokan bersama yang kami lakukan. Namun rasanya, targetnya harus tetap dipicu untuk dinaikkan lagi dengan jumlah penurunan angka kemiskinan yang lebih besar," kata Ganjar saat menghadiri rapat dengan Perkumpulan Aparatur Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) di Kabupaten Semarang, Rabu (15/1).

Guna merealisasikan cita-cita tersebut, Ganjar mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi. Baik dalam hal politik anggaran maupun pembuatan kebijakan yang mengarah pada program prioritas pengentasan kemiskinan. 

Dia juga punya gagasan untuk mengubah skema musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Yakni tidak lagi menonjolkan pembahasan usulan infrasruktur. Usulan mengenai infrastruktur tersebut bisa disampaikan melalui forum atau media lain, di luar musrenbang.

”Kalau usulnya infrastruktur, silakan dikirim lewat elektronik saja. Tapi saat musrenbang yang keliling itu, saya minta sesuai tema, kreasi dan inovasi yang dimiliki. Misalnya inovasi penurunan angka kemiskinan, pengelolaan desa, bumdes dan lainnya. Sehingga, usulan-usulan dalam musrenbang itu dapat menyelesaikan kemiskinan," kata Ganjar.

Ganjar juga akan mengoptimalkan berbagai potensi lain untuk bersama-sama menanggulangi kemiskinan, misalnya bekerja sama dengan Baznas, program corporate social responsibility (CSR) perusahaan, filantropi dan Satu OPD Satu Desa Miskin.

"Nanti akan kami kembangkan, mengajak perguruan tinggi, perusahaan, TNI/Polri untuk membina masing-masing minimal satu desa. Kami juga akan membangun sistem, sehingga diharapkan penanggulangan kemiskinan berjalan lebih cepat," terang Ganjar.

Bagaimana peran Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin dalam program pengurangan angka kemiskinan? Menurut Ganjar, wakilnya tersebut memiliki kinerja yang sangat bagus.

Dipaparkan Ganjar, antara dia dengan Taj Yasin memang telah melakukan pembagian tugas dalam hal upaya pengentasan kemiskinan. 

”Kami sering komunikasi dengan kemensos dan wapres terkait soal data. Kami ingin data ini pasti, ya dia miskin dan diberikan treatment apa, agar semua tepat sasaran,” papar Ganjar.

Selain itu, agar bantuan dan program pemerintah bisa tepat sasaran, pemprov juga sangat ketat melakukan pengawasan. Bagi masyarakat penerima program subsidi yang telah mampu terus didorong agar mau mengundurkan diri. Sehingga bantuan bisa dialihkan kepada masyarakat lain yang benar-benar membutuhkan. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia