Sabtu, 22 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Pencuri Sadis, Kambing Jantan Digondol, yang Betina & Anakan Digorok

16 Januari 2020, 22: 30: 53 WIB | editor : Perdana

Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi tunjukkan tersangka pencurian hewan beserta barang bukti pedang

Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi tunjukkan tersangka pencurian hewan beserta barang bukti pedang (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Masih ingat dengan kasus pencurian kambing yang cukup aneh di Wonogiri pada November tahun lalu? Di mana pelaku tak hanya mencuri kambing, namun beberapa ekor kambing lain digorok sampai mati dan ditinggalkan di kandang. Aksi pelaku tersebut sempat membuat pemilik kambing maupun masyarakat heran dan bertanya-tanya. Terutama mempertanyakan motif pelaku yang tega menggorok kambing sampai mati dan ditinggalkan begitu saja.

Namun, setelah kawanan pencuri itu tertangkap, motif mereka juga terungkap. Ternyata para pelaku sengaja menggorok kambing anakan dan betina agar tidak berisik. Pelaku hanya mencuri kambing jantan karena harganya lebih mahal.

Dua pelaku tersebut yaitu Ristanto 34, warga Jatirejo, Jumapolo dan Ganang Ngadioko, 40, warga Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo. Mereka dibekuk jajaran Satreskrim Polres Karanganyar di rumahnya masing-masing Kamis (16/1). Tak hanya di Wonogiri, ternyata mereka juga melakukan aksi serupa di beberapa lokasi. Bahkan aksi mereka sempat terekam kamera dan videonya jadi viral di media sosial beberapa hari terakhir.

”Modusnya sama. Pelaku menyembelih anak dan betina agar tidak menimbulkan suara, kemudian yang dicuri hanya kambing jantannya,” beber Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi saat gelar perkara di mapolres, kemarin (16/1).

Dari hasil penyelidikan, satu pelaku yakni Ristanto merupakan residivis kasus pencurian hewan di Sragen maupun Wonogiri. Dia baru keluar dari tahanan pada Juni 2019 lalu. Ristanto yang bekerja sebagai buruh serabutan merupakan salah satu target operasi (TO) Polres Karanganyar. Sementara Ganang Ngadioko merupakan pelaku baru.

”Setelah kita kembangkan, tersangka sudah beraksi di tiga lokasi. Total sudah ada 9 ekor kambing yang dibunuh dan 6 ekor kambing jantan telah dijual di Solo,” terang kapolres.

Barang bukti yang diamankan berupa pedang, digunakan untuk menyembelih kambing yang tidak dicuri. Lalu sepatu yang digunakan oleh pelaku, tali dadung, dan sejumlah kulit kambing yang disimpan pelaku.

”Keduanya dijerat Pasal 363 KUHP tentang tindak pencurian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” tegas kapolres.

Sementara itu, Ristanto mengaku menggorok anak kambing dan betinanya agar tidak berisik. ”Ya biar tidak berisik. Anak-anak kambing dan betinanya saya sembelih dulu, kemudian baru mengambil jantannya. Saya jual dengan harga sekitar Rp 800 ribu sampai dengan Rp 900 ribu. Hasilnya saya bagi dua dengan teman,” kata Ristanto. (rud/adi/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia