Kamis, 20 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Baru 3 Bulan Andesit Jalan Jensud sudah Kroak-Kroak,50 Titik Kerusakan

17 Januari 2020, 08: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Anggota Komisi II DPRD Surakarta sidak ke Jalan Jenderal Sudirman untuk mengecek proyek jalan itu

Anggota Komisi II DPRD Surakarta sidak ke Jalan Jenderal Sudirman untuk mengecek proyek jalan itu (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Belum genap tiga bulan dibuka total, andesit di Jalan Jenderal Sudirman (Jensud) sudah amburadul. Sedikitnya 50 titik di sepanjang jalan protokol tersebut rusak dan membahayakan pengendara yang melintas.

Hal itu terungkap saat Komisi II DPRD Surakarta melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sepanjang Jensud, Kamis (16/1). Ketua Komisi II DPRD Y.F. Sukasno menilai pekerjaan pemasangan batu andesit di Jensud terbilang sangat buruk. Politikus PDIP itu menyisir dari bundaran Gladak hingga Tugu Pamendengan. Dia menemukan beberapa kerusakan dan ketidaksempurnaan pengerjaan hingga kelalaian pemasangan batu andesit.

“Ada 50 titik lebih yang harus diperbaiki, termasuk pekerjaan tahap pertama. Batu yang dipasang ini tidak rata. Tidak sesuai dengan DED (detail engineering design). Banyak yang renggang,” katanya.

Bahkan, lanjut Sukasno, ada kerusakan andesit yang dapat membahayakan pengendara roda dua yang melintas jalan itu. “Ada satu titik ban sepeda bisa masuk. Ini kan bahaya,” ujarnya.

Anggota komisi II Muhammad Al Amin menyoroti  pekerjaan cor beton tidak rapi di sisi timur patung Slamet Riyadi. Untuk pekerjaan dengan nilai Rp 11,9 miliar, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menganggap kontraktor terlalu sembrono.

“Meski tidak membahayakan, tapi ini sembrono. Secara estetika tidak masuk sama sekali. Cornya sangat terlihat miring,” tandasnya.

Komisi II meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Surakarta memanggil kontraktor untuk memperbaiki pekerjaan koridor Jensud sebelum masa pemeliharaan. Diakui perbaikan cukup sulit karena material menggunakan bahan andesit yang perlu penanganan khusus.

Salah seorang pengendara di Jalan Jensud Tri Cahyono membenarkan bila kondisi jalan tidak rata karena beberapa titik rusak. Setiap lewat di ruas jalan itu, dia memilih berhati-hati agar tidak terjatuh. “Apalagi kalau hujan turun, kalau sembrono bisa terpeleset,” ujarnya.

Pejabat pembuat komitmen (PPKom) proyek Jensud Arif Nurhadi mengakui ada beberapa pekerjaan yang kurang sempurna. Dia juga akan segera menindaklanjuti temuan komisi II kemarin. Namun, dia memerlukan waktu untuk mengganti atau memperbaiki andesit yang kurang pas.

“Karena tidak bisa mengambil satu andesit. Kalau mau ambil satu harus dihancurkan dulu baru bisa diambil,” katanya.

Dia menilai pekerjaan kawasan Jensud sudah sesuai dengan perencanaan. Hanya saja, pekerjaan harus molor dari waktu yang ditentukan lantaran banyak acara yang mengharuskan kontraktor menghentikan pekerjaan untuk sementara. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia