Sabtu, 22 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Traffic Light Depan Polresta & Terowongan Overpass Manahan Diaktifkan

17 Januari 2020, 06: 15: 59 WIB | editor : Perdana

Rabu lalu lintas di simpang polresta ini mulai difungsikan sejak kemarin

Rabu lalu lintas di simpang polresta ini mulai difungsikan sejak kemarin (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Traffic light di simpang empat Polresta Surakarta dan Jalan Hasanudin, tepatnya di terowongan Overpass Manahan sisi selatan mulai diaktifkan, kemarin. Selama uji coba akan ada petugas Satlantas dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta berjaga di dua titik tersebut.

Pantauan koran ini saat kali pertama diaktifkan, masih ada beberapa kendaraan yang tidak sadar menerobos traffic light. Mereka belum mengetahui kalau traffic light kedua titik ini sudah difungsikan secara normal. Beruntung anggota yang berjaga langsung sigap dengan menghentikan kendaraan yang mencoba menerobos.

Kabid Lalu lintas Dishub Surakarta Ari Wibowo mengatakan, sebenarnya dua traffic light ini sudah lama terpasang. Namun, baru kali ini diaktifkan karena beberapa waktu sebelumnya ada persoalan teknis. “Kami aktifkan juga dalam rangka proyek pembangunan Flyover Purwosari,” ucapnya.

Dia mengatakan, dari kedua traffic light ini durasi waktunya panjang ketika lampu merah menyala. Sedangkan warna hijau lebih cepat. Pengaturan durasi ini menyesuaikan kondisi di lapangan. “Kami masih lakukan uji coba penyalaan dua traffic light ini. Setiap traficlight ditempatkan ada empat sampai lima petugas untuk melakukan pemantauan,” kata dia.

Disinggung traffic light di sisi utara jembatan keris yang belum aktif, Ari menjelaskan, masih menunggu hasil koordinasi. “Masih perlu penyesuaian dan penyempurnaan masih kami kaji dulu. Kami lihat dari faktor keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” ujarnya.

Tidak hanya traffic light, sejumlah rambu tambahan juga akan dipasang pemkot dalam rangka pengalihan arus selama proyek pembangunan Flyover Purwosari berlangsung. 

Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) Dishub Kota Surakarta Mudo Prayitno mengaku belum memastikan berapa jumlah rambu tambahan. “Yang jelas lebih dari 50 titik. Saat ini baru kami detailkan, karena kita juga harus berkoordinasi dengan Dishub Sukoharjo,” ucapnya.

Ditambahkan Mudo, prinsipnya rambu-rambu yang ditempatkan nanti adalah rambu penutupan jalan yang dipasang di kawasan proyek. Kemudian rambu pengalihan arus lalu lintas dalam kota. Berfungsi memberikan informasi kepada pengguna jalan agar menghindari kawasan proyek.

“Kemudian rambu pengalihan arus lalin luar kota yang dipasang untuk mengalihkan arus lalu bus AKAP serta angkutan barang sumbu tiga ke atas. Serta rambu sosialisasi kepada masyarakat yang akan kami pasang di lokasi strategis agar bisa terbaca khalayak umum,” ujarnya.

Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Buroni mengatakan, pengaktifan traffic light di simpang empat polresta berfungsi untuk meminimalisasi dampak macet di Overpass Manahan. “Ini untuk men-delay arus yang mengarah ke Overpass Manahan. Sehingga nanti kendaraan tidak menumpuk di puncak overpass maupun di Jalan Dr Moewardi,” ucapnya.

Dalam masa uji coba  traffic light  ini, lanjut Busroni, pihaknya terlebih dahulu akan memberi teguran jika ada masyarakat yang nekat menerobos. Namun apabila masa uji coba berakhir, barulah sanksi tegas berupa tilang akan dilaksanakan. “Sanksi tilang juga kami lakukan apabila ada kendaraan yang nekat memutar balik di kawasan Jalan Dr. Moewardi,” ujarnya. (atn/bun) 

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia