Kamis, 20 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Flyover Ditolak, Tugu Kartasura Masih Tetap Macet hingga 4 Tahun Lagi

17 Januari 2020, 11: 45: 59 WIB | editor : Perdana

Kepadatan kendaraan di Simpang Tugu Kartasura tak terelakkan, terutama di hari libur

Kepadatan kendaraan di Simpang Tugu Kartasura tak terelakkan, terutama di hari libur (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Pemkab berupaya mengurai kepadatan kendaraan di Simpang Tugu Kartasura dengan mengusulkan ke pemerintah pusat untuk dibangun flyover. Sayangnya, usulan tersebut diprediksi kuat belum bisa diwujudkan tahun ini.

Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelbangda) Sukoharjo Agus Purwantoro mengatakan, sesuai Perpres Nomor 79/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Daerah Jawa Tengah, khususnya di Sukoharjo, hanya ada satu pembangunan infrastruktur. Yakni pembuatan tanggul oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

Pembangunan tanggul tersebut menyedot anggaran sekitar Rp 200 miliar. Ada pula pembangunan kawasan pusat furnitur senilai Rp 100 miliar dengan sumber dana swasta dan pengembangan agriculture estate melalui corporate farming dengan APBN sebesar Rp 50 miliar.

"Jadi kami masih belum bisa memastikan kapan realisasinya (flyover Kartasura). Bisa jadi tiga sampai empat tahun ke depan. Tapi, tidak menutup kemungkinan (segera) dibangun. Melihat kesemrawutan di simpang Tugu Kartasura," ujarnya, Kamis (16/1).

Kabid Lalu Lintas Ahmad Saryono memaprkan, realisasi flyover harus melalui tahapan yang cukup panjang. Seperti studi kelayakan atau feasibility study (FS) dan detail engineering design (DED).

"Jika FS dan DED selesai, baru dilakukan penganggaran oleh pusat. Meski sudah kami ajukan, namun belum ada tanggapan lebih lanjut," katanya. 

"FS secara otomatis akan menyesuaikan infrastruktur sekitar juga. Kalau FS sudah ada, berarti sudah pasti dilakukan pembangunan,” imbuh dia. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia