Sabtu, 22 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Kasus Pelemparan Bus Masih Buram

19 Januari 2020, 11: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi Bus

Ilustrasi Bus

Share this      

SOLO – Beberapa kali kasus pelemparan bus di wilayah hukum Kota Solo hingga kini belum terungkap. Minimnya saksi  dan korban yang enggan melapor disebut menjadi kendala penyelidikan polisi.

"Anggota sudah kita tempatkan di titik-titik yang selama ini dikatakan sering terjadi pelemparan batu. Namun hasilnya belum kami temukan,” ujar Kasatreskrim Polresta Surakarta Kompol Arwansah, Sabtu (18/1). 

Menurut kasat reskrim, baru ada satu sopir yang melapor. Padahal, kejadian serupa beberapa kali terjadi. Sebab itu, Arwansah meminta korban lainnya segera melapor.

Ditambahkannya, dari keterangan sopir yang melapor, saat kejadian, armadanya melintas dari arah barat menuju Terminal Tirtonadi. Tiba-tiba ada sepeda motor matic dari lawan arah melempar batu ke arah kaca depan bus hingga menyebabkan pecah.

“Kami bersama Satuan Sabhara melakukan patroli gabungan, terutama pada jam-jam rawan,” ucapnya Arwansah.

Diberitakan sebelumnya, aksi lempar batu yang menyasar bus antarkota antarprovinsi (AKAP) kian meresahkan. Di antaranya menyasar bus Sugeng Rahayu nopol W 7477 UZ di kawasan Jebres, Senin dini hari (13/1).

Salah seorang sopir bus Sugeng Rahayu, Hariyadi, 33, mengamini kaca depan armada yang dikemudikan rekannya pecah. Beruntung tidak ada yang terluka.

Bukan hanya sopir, aksi lempar batu juga mengancam keselamatan penumpang. Sebab, arah lemparan beberapa kali mengarah ke bagian samping bodi bus.

Menurut Hariyadi, aksi pelemparan bus marak terjadi beberapa hari terakhir. Pada Sabtu (11/1) menyasar bus yang melintas di Jalan Ahmad Yani. Untungnya, batu hanya terkena bodi bus bukan bagian kaca. Berlanjut, Minggu dini hari (13/1). Bus Mila Sejahtera terkena lemparan batu di kawasan Kleco.

Koordinator Terminal Tirtonadi Joko Sutriyanto mengamini ada satu lagi armada Sugeng Rahayu jadi sasaran aksi pelemparan batu. Waktunya hampir sama dengan kasus sebelumnya. Menjelang subuh. 

"Laporan yang kami terima, pelemparan batu ke bus Sugeng Rahayu terjadi sejak Kamis dini hari (9/1). Empat bus rusak dan seorang penumpang terluka. Lalu, Jumat (10/1) lima bus rusak dan seorang sopir terluka di bagian wajah. berlanjut Senin subuh ini (13/1),” belum lama ini. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia