alexametrics
Selasa, 31 Mar 2020
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Kecelakaan di Jalan Tol Solo-Sragen, Gara-Gara Sopir Ngantuk, 1 Tewas

21 Januari 2020, 06: 35: 59 WIB | editor : Perdana

Korban kecelakaan tol dibawa ke RSUD Sragen, kemarin

Korban kecelakaan tol dibawa ke RSUD Sragen, kemarin (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Kecelakaan kembali terjadi di jalan tol Solo-Sragen pada Senin (20/1) siang. Satu korban dipastikan tewas akibat kecelakaan tersebut. Satlantas berupaya menekan kecelakaan di perbatasan Sragen-Ngawi. 

Kecelakaan terjadi di kilometer (km) 534 B wilayah Desa Tangkil, Kecamatan Sragen. Kendaraan dari Ngawi menuju Sragen, pukul 11.36.  Ada empat korban dalam kecelakaan ini. Satu di antaranya Samino Wito Pramino, 78,  warga Dusun Malangrejo, Desa Canden, Kecamatan Sambi, Boyolali. Dia tewas setelah sempat dirawat di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro, Sragen. Korban mengalami luka di kepala dan pendarahan.

Lantas korban dievakuasi oleh ambulans tol Jasamarga Solo Ngawi (JSN). Beberapa korban dibawa ke RS Ibnu Sina Sragen. Korban selamat yakni Lasmin, Ngatinem, dan Sriyati. Semua warga Sambi, Boyolali.

Manager Area PT. Jasamarga Solo Ngawi (JSN) Sih Wiyono membenarkan, adanya kejadian kecelakaan di kawasan tersebut. ”Saya belum dapat laporan lengkap, tapi kecelakaan di km 534 B,” terangnya. 

Diduga pengemudi mengantuk saat mengendarai mobil Toyota Innova AD 9136 CM yang disopiri Lasimin. Lantas menabrak truk tronton L-9876-UJ di depannya. ”Kedua kendaraan berjalan sama-sama dari arah timur dari Ngawi arah Sragen. Sampai di lokasi, tiba-tiba mobil Inova menabrak truk dari arah belakang,” terang Sih Wiyono.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Sragen AKP Sugiyanto menyampaikan, KM 543- KM 548 dan sekitarnya menjadi titik lelah pengemudi. Sejumlah kecelakaan di jalan tol sebanyak 4 kali kejadian akibat mengantuk. Lantas tiga kejadian  akibat salah prediksi saat menyalip kendaraan dan satu kejadian akibat pecah ban.  

”Mungkin nanti akan dibuat pita kejut yang menimbulkan bunyi, sehingga sopir tahu keadaan,” ujarnya.

Soal salah prediksi lantaran lampu belakang truk kecil di belakang akan dikomunikasikan dengan Dinas Perhubungan Jateng atau Kementerian Perhubungan. Truk bagian belakang perlu ditempel stiker besar yang bisa memantulkan cahaya lampu.

”Banyak titik lelah itu dari arah Surabaya ke Jawa Tengah. Banyak kejadian di KM 548 sampai KM 543 dari timur. Kalau dari barat KM 539 setelah rest area sampai KM 543, namun fasilitasnya dari timur,” terangnya .

Dirut JSN Ari Wibowo menambahkan, titik lelah perjalanan berada di wilayah JSN berdasarkan perjalanan dari Banyumanik, Semarang-Warugunung, Surabaya. Kejadian selama 2019 cukup banyak di tiga bulan awal9. Bisa mencapai 30-40 kejadian.

”Kebetulan tepat di tengah-tengah itu dari Semarang – Surabaya wilayah JSN. Menjadi titik lelah. Selain itu, kecenderungan kecelakaan menurun,” terangnya.

Titik kejadian tidak bisa dihitung per lokasi. Lantaran kejadiannya menyebar sepanjang jalan tol di ruas Solo-Ngawi sepanjang 90,25 km. ”Penyebabnya lebih pada lelah dan kurang antisipasi saat berkendara,” jelasnya.

Selain kecelakaan yang terjadi ini, sebelumnya sebuah bus pariwisata mengalami kecelakaan di KM 544 B, Sambungmacan, Sragen, Kamis (16/1) mengakibatkan satu orang tewas. (din/bun)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia