Sabtu, 22 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Solo

PNS Mesum yang Tabrak Satpam Mal Terancam 15 Tahun Penjara

21 Januari 2020, 07: 35: 59 WIB | editor : Perdana

Anggota Polsek Banjarsari periksa mobil yang digunakan Bekti menabrak Andika, Senin (20/1)

Anggota Polsek Banjarsari periksa mobil yang digunakan Bekti menabrak Andika, Senin (20/1) (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Sanksi berat menanti Bekti Nugroho, 40, warga Mijehan, Gemolong, Sragen yang menabrak Andika, satpam Solo Paragon Lifestyle Mall di kantong parkir mal setempat, Kamis (17/1). Oknum pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sragen itu terancam 15 tahun penjara.

"Setelah dilakukan penyelidikan, kami akhirnya menetapkan Bekti menjadi tersangka. Kita jerat dengan pasal 338 Jo 53 tentang Percobaan Pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, serta pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dengan Ancaman dua tahun penjara," urai Kapolsek Banjarsari Kompol Demianus Palulungan, Senin (20/1).

Pihak kepolisian sudah memeriksa beberapa saksi, antara lain saksi korban, tiga orang satpam rekan korban, serta juru parkir (jukir) yang memergoki tersangka yang diduga tengah berbuat mesum.

“Kami mencoba memanggil wanita yang saat itu bersama tersangka di dalam mobil,” jelas dia. 

Selain itu, polisi juga mengamankan mobil Honda Jazz warna abu-abu nopol AD 8941 HN yang digunakan tersangka untuk menabrak Andika, serta palang pintu parkir yang ikut rusak.

“Kami sedang berkoordinasi dengan pihak mal untuk meminta rekaman CCTV di lokasi sebagai barang bukti. Rekaman ini akan menjadi dasar mengetahui kronologis kejadian,” urainya.

Sementara itu, meski sudah menjadi tersangka, penahanan Bekti ditangguhkan dengan jaminan istrinya. “Karena pelaku statusnya ASN di Pemkab Sragen, dari pemkab juga beberapa kali ke sini (Mapolsek Banjarsari) untuk berkoordinasi terkait perkembangan kasus yang terjadi," ucapnya.

Terkait dugaan tindakan asusila, Demianus menuturkan, kasus tersebut dihentikan. Sebab antara Bekti dan teman wanitanya belum melakukan tindakan mesum seperti dugaan awal. 

"Keterangan pelaku, dia baru akan memasang alat kontrasepsi namun keburu ketahuan oleh tukang parkir setempat. Karena panik kemudian kabur, belum kuat unsur asusilanya. Kecuali sudah berhuhungan badan. Sudah ada kesepakatan damai antara tersangka dengan keluarga teman wanitanya itu," beber kapolsek.

Kasus tersebut berawal ketika mobil yang dikendarai Bekti terparkir dengan kondisi mesin menyala di kantong parkir P1 Solo Paragaon Lifestyle Mall. Karena khawatir terjadi sesuatu, petugas parkir mengecek.

Namun, bukannya keluar mobil, Bekti yang berada di jok belakang, langsung pindah ke kursi depan dan menyalakan mesin mobil lalu tancap gas. Karena tersangka keluar dari parkiran dengan kecepatan tinggi, Andika mencoba menghentikan. Tapi, dia malah ditabrak hingga terpental.

Karyawan mal dibantu pengemudi ojek online melakukan pengejaran. Bekti baru bisa diamankan di kawasan Baki, Sukoharjo. (atn/wa) 

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia