Sabtu, 22 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

Siswa SMP Diamuk Tawon Vespa Affinis, Gara-Gara Lempari Batu ke Sarang

21 Januari 2020, 22: 12: 08 WIB | editor : Perdana

Kepala SMPN 1 Trucuk Titin Windiyarsih (kiri) menunjukkan lokasi sarang Vespa Affinis pada pohon cemara di halaman sekolah

Kepala SMPN 1 Trucuk Titin Windiyarsih (kiri) menunjukkan lokasi sarang Vespa Affinis pada pohon cemara di halaman sekolah

Share this      

KLATEN – Jangan sekali-kali mengganggu jika tak ingin dibalas dengan rasa sakit. Ungkapan itu sangat tepat untuk mengingatkan siapa saja agar tak macam-macam dengan keberadaan sarang tawon Vespa Affinis yang saat ini muncul kembali.

Empat Siswa kelas IX SMPN 1 Trucuk disengat Vespa Affinis lantaran iseng melempar batu ke arah sarang yang menggantung pada pohon cemara di halaman sekolah, Senin (20/1). 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, kejadian bermula saat jam istirahat sekolah, Bayu Setiaji, siswa kelas IX E iseng melempar batu ke arah sarang di depan ruang kelas. Lemparan itu membuat tawon di dalam sarang merasa terganggu dan beterbangan.

”Tawon lantas mengejar Bayu sampai dalam kelas. Akhirnya, tetap saja tersengat tawon di tiga titik yakni telinga dan tangan. Begitu juga dengan tiga temannya yang berada di sekitar Bayu, juga tersengat tawon,” jelas Kepala SMPN  1 Trucuk Titin Windiyarsih, Selasa (21/1).

Ketiga teman Bayu yang ikut tersengat tawon adalah Khoirul Iqbal, Muh Ilham, dan Faaiz Munandar. Mereka disengat di bagian kepala maupun tangan. Pihak sekolah pun langsung mengantarkan mereka bertiga  ke Klinik Nova Medika Desa Wanglu, Kecamatan Trucuk.

Keempat siswa itu mendapat perawatan secara intensif dari klinik. Termasuk dilakukan observasi selama tiga jam lamanya untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari sengatan tersebut. 

”Usai melalui observasi, mereka diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Saat ini tiga dari empat siswa yang tersengat tawon sudah kembali sekolah. Sementara satu siswa belum sekolah, dia tersengat tawon di bagian kepala,” jelas Tintin.

Titin tidak menyangka jika di pohon cemara halaman tengah sekolah itu terdapat sarang tawon. Sarang memiliki diameter sekitar 40 cm, menggantung di pohon dengan ketinggian sekitar 2,5 meter dari tanah. Warga sekolah lain juga tak mengetahui keberadaan sarang tawon itu sebelumnya.

Pada Senin (20/1) malam, telah dilakukan operasi tangkap tawon (OTT) oleh relawan kecamatan setempat. Namun, saat Jawa Pos Radar Solo mendatangi lokasi pada Selasa (21/1), masih tampak satu tawon yang berterbangan di sekitar pohon. Titin menyatakan akan segera melakukan sosialisasi terkait bahaya sengatan dari tawon Vespa Affinis.

Sementara itu, Ketua Relawan Jogoboyo Trucuk, Sahono menjelaskan, keberadaan sarang tawon di Kecamatan Trucuk cukup banyak. Selama Januari 2020 ini saja sudah ditemukan 15 titik. Maka dari itu, perlu ditingkatkan kewaspadaan terhadap serangan tawon yang tahun ini sudah merenggut satu orang korban warga Klaten. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia