Sabtu, 22 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Punya Saingan Gibran, Balon Purnomo Masih Enggan Pindah ke Lain Parpol

22 Januari 2020, 08: 45: 59 WIB | editor : Perdana

Bakal calon wali kota Surakarta Achmad Purnomo

Bakal calon wali kota Surakarta Achmad Purnomo (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Bakal calon (balon) wali kota dari PDIP Achmad Purnomo tidak akan gegabah untuk menerima dukungan dari partai politik (parpol) di luar banteng moncong putih untuk maju pemilihan wali kota (pilwakot) tahun ini. Dia mengaku masih butuh pemikiran dan pertimbangan kendati sejumlah parpol mendekatinya.

Saat ini, pria yang menjabat wakil wali kota Surakarta itu tengah berebut rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Nama Gibran Rakabuming Raka menjadi saingan terberatnya. Beberapa petinggi parpol memberi sinyal rekomendasi bakal turun kepada putra sulung Presiden Joko Widodo. Namun, dia tetap menunggu serta tidak bermain di dua kaki.

“Sampai saat ini belum terpikirkan untuk meninggalkan PDIP, kemudian maju dengan partai yang lain,” katanya, Selasa (21/1).

Padahal, sinyal dukungan terus menguat dari berbagai partai kepada pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa. Seperti dari kader Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) 

Purnomo masih optimistis menerima mandat DPP PDIP sebagai calon wali kota Surakarta. Sebagai kader partai, dia mengaku masih solid dan memercayakan DPP untuk memilih calon terbaik berdasarkan rekam jejak.

“Saya yakin DPP itu bijaksana. Di luar sana memang banyak dukungan, tapi belum tak pikirkan. Itu butuh pertimbangan dan itu harus keluar dari partai. Perlu pemikiran lebih lanjut," jelasnya.

Disinggung soal usia, Purnomo paham bahwa sinyal rekomendasi DPP menguat kepada Gibran karena disebut tokoh muda dan energik. Namun, di usia kepala tujuh ini, dia tetap memiliki jiwa muda. “Justru yang muda belum tentu memiliki jiwa muda dan menerima yang tua,”  terangnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menegaskan, tetap menunggu keputusan DPP terkait rekomendasi. Dia tidak akan mencampuri atau mengintervensi sampai tingkat pusat.

“Bahkan Mbak Mega (Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri) sampai pidato ada yang masuk lewat pintu belakang. Lha saya itu kalau ke sana (DPP) ya lewat pintu depan. Itu pun kalau dipanggil,” ungkapnya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia