Sabtu, 22 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

2 RT dan 1 Masjid di Gatak Bakal Tergusur Proyek Jalan Tol Solo-Jogja

23 Januari 2020, 06: 40: 59 WIB | editor : Perdana

Masjid Al Hidayah di Desa Gatak yang diperkirakan bakal terdampak proyek Jalan Tol Solo-Jogja

Masjid Al Hidayah di Desa Gatak yang diperkirakan bakal terdampak proyek Jalan Tol Solo-Jogja (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) terdampak proyek Jalan Tol Solo-Jogja menjadi perhatian serius Pemkab Klaten. Sebab itu, persiapan terus dilakukan memasuki tahapan pengerjaan proyek strategis nasional (PSN) pada awal Februari mendatang. 

“Kami ingin mengidentifikasi fasum dan fasos yang akan terdampak jalan tol mana saja. Bagaimana kalau itu milik perseorangan maupun pemerintah daerah, kan belum tahu. Makanya menyikapi dengan mempersiapkan diri agar tidak ada masalah di kemudian hari,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jaka Sawaldi, Rabu (22/1).

Jaka mengatakan, jika penetapan lokasi (penlok) nanti berdampak pada sekolah maka harus diantisipasi agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. “Kegiatan belajar dan mengajar harus tetap berjalan, sekalipun berpindah tempat,” ujarnya.

Begitu pula dengan kantor desa, juga perlu dipersiapkan sejak dini jika nanti terdampak proyek tersebut. Berbagai pelayanan administrasi di desa tidak boleh sampai terganggu. Karena itu, identifikasi fasum dan fasos oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus dilakukan.

“Kami tidak yang menyediakan lokasi atau menganggarkan untuk pembangunan fasum dan fasos pengganti itu. Tapi kami hanya menyikapi kalau ada yang terdampak jangan sampai pelayanan kepada masyarakat terhenti. Apalagi sekolahnya libur dahulu atau menunggu untuk dibangunkan,” jelasnya.

Jaka mengatakan, langkah mengidentifikasi fasum maupun fasos sangat penting untuk dilakukan. Hal ini untuk meminimalkan permasalahan terkait administrasi mengenai status tanah dan bangunan. Sehingga tak justru menghambat tahapan pelaksanaan proyek tol ini.

“Kalau soal penlok jalan tol, langsung tanyakan saja ke pemprov. Kami hanya rapat koordinasi terkait langkah-langkah yang diambil. Salah satunya meminta dinas pekerjaan umum-penataan ruang (DPU-PR) untuk menginformasikan kepada OPD terkait fasum dan fasos terdampak,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu satu fasum dan fasos yang diprediksi terdampak jalan tol adalah Masjid Al Hidayah di Desa Gatak, Kecamatan Ngawen. Hal itu juga dibenarkan Kepala Desa Gatak Agus Budi Santoso saat ditemui di ruang kerjanya. 

“Memang dari Kementerian PUPR sudah tiga kali datang ke desa kami untuk menginformasikan wilayah terdampak jalan tol,” ujarnya.

Di Desa Gatak lokasi yang terdampak terdapat 126 bidang tanah dengan luas 71.910 meter persegi. Ada dua RT terdampak, yakni RT 11 RW 4 Dusun Slametan dan RT 12 RW 5 Dusun Jetis terdapat sekitar 55 kepala keluarga (KK).

Selain terdampak pada permukiman warga, proyek ini juga menelan lahan pertanian dan Masjid Al Hidayah seluas 180 meter persegi. Rencananya bila benar masjid itu tergusur tol, maka akan dipindahkan ke lahan pribadi warga setempat. (ren/bun)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia