Sabtu, 22 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Per 3 Februari, Jl Honggsowongso Pasar Kembang Jadi 2 Arah & Jalur Bus

23 Januari 2020, 09: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Kendaraan melintas di Jalan Honggowongso koridor Ngapeman-Pasar Kembang

Kendaraan melintas di Jalan Honggowongso koridor Ngapeman-Pasar Kembang (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Penerapan sistem dua arah di Jalan Honggowongso, koridor Ngapeman-Pasar Kembang bakal mulai diterapkan lebih dulu sebelum penutupan simpang sebidang kereta api Purwosari, 4 Februari mendatang. Kebijakan ini dilakukan agar pengendara mulai adaptasi. 

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Surakarta Ari Wibowo mengatakan, untuk perubahan arus kendaraan dari satu arah menjadi dua arah di segmen Ngapeman-Pasar Kembang mulai diterapkan pada 3 Februari. Ini lebih awal sehari dari rencana penutupan simpang sebidang pada 4 Februari mendatang.

“Ini penting dilakukan untuk membiasakan rute baru bagi bus AKDP (antarkota dalam provinsi) yang akan melintas di kawasan itu,” ujarnya.

Rute bus AKDP terdampak pembangunan Flyover Purwosari mengalami perubahan. Sebelumnya bus jurusan Wonogiri-Solo melintas di simpang sebidang Purwosari kini diarahkan melalui Jalan Honggowongso-Jalan Gajah Mada-Jalan S. Parman-Terminal Tirtonadi. 

“Jadi pada 3 Februari itu bisa dibilang penyesuaian. Mungkin beberapa bus AKPD akan diarahkan melintas di rute alternatif itu. Jadi saat 4 Februari resmi dialihkan, bus AKPD sudah terbiasa melintas di rute baru itu,” kata Ari Wibowo.

Alasan itulah yang membuat pihaknya menerapkan perubahan rute lebih awal di koridor Ngapeman-Pasar Kembang. Ini berkaitan dengan perubahan rute di Jalan Agus Salim yang sudah tidak bisa dilalui angkutan berat maupun bus AKPD karena adanya proyek flyover itu

“Pada 4 Februari itu seluruh pola perubahan lalu lintas sudah diterapkan secara keseluruhan. Termasuk Jalan Agus Salim diubah jadi dua arah,” papar dia.

Sekadar informasi, pada saat penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas secara total itu rute angkutan berat dan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) diarahkan mengambil jalur alternatif melalui Baki, Pakis, hingga tembus ke jalan Jogja-Solo di wilayah Klaten. Sementara bus AKDP menggunakan jalur berbeda di pusat kota. 

Untuk melengkapi itu, Dishub Surakarta telah menyiapkan sejumlah papan informasi dan rambu tambahan untuk memaksimalkan perubahan tersebut. “Nanti segera dipasang rambu dan informasi tambahan di lokasi-lokasi strategis,” tutur Kepala Dishub Kota Surakarta Hari Prihatno. (ves/bun/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia