Sabtu, 22 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Pelanggan Jadi Pacar, Pedagang Olshop Ini Nekat Setubuhi ABG 15 Tahun

23 Januari 2020, 22: 37: 36 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi

Ilustrasi (JPG)

Share this      

SOLO - Bermula dari hubungan bisnis antara penjual dan pembeli, KAP, 18, dan Bunga, 15, (bukan nama sebenarnya) akhirnya menjadi saling cinta. Sayang, KAP malah nekat menyetubuhi pacarnya. Akibatnya, KAP yang punya usaha jual beli pakaian online ini harus mendekam di balik jeruji besi.

Warga Banjarsari, Solo itu diamankan jajaran Polesta Surakarta, belum lama ini. Dalam pengakuannya KAP mengatakan, perkenalannya dengan Bunga bermula ketika Bunga membeli baju yang dijualnya. Karena kerap bertransaksi, hubungan mereka pun menjadi semakin intens.

"Kemudian bulan April 2019 kami jadian," ucap dia.

Setelah menjalin hubungan, KAP merasa bosan. Sebab, selama berpacaran, Bunga yang masih sekolah selalu minta dibelikan macam-macam. Padahal, penghasilan KAP dari jualan online tak menentu.

"Saya ajak putus bulan Oktober, tapi dia menolak. Saya malah ditampar sama dia," kata KAP.

Bulan berikutnya, November, KAP kembali ingin mengutarakan niatnya untuk putus. KAP pun menjemput pacarnya ke sekolah. Namun, lagi-lagi dua anak baru gede (ABG) itu gagal putus lantaran Bunga menolak dan marah.

Mereka pun menghabiskan waktu sesorean berputar-putar kota. Hingga akhirnya KAP membawa Bunga ke kosnya di daerah Jebres. Di sanalah KAP mengeluarkan bujuk rayunya hingga terjadi hubungan badan.

"Saya bilang ke dia, aku serius tenanan mbek kowe. Awakku nggo kowe, awakmu nggo aku. Yen kowe meteng, aku tanggung jawab (aku serius sama kamu. Tubuhku untuk kamu, tubuhmu untuk aku. Kalau kamu hamil, aku tanggung jawab, Red)," tutur KAP.

"Baru sekali itu, setelah itu tidak penah lagi. Melakukannya atas dasar suka sama suka," lanjut dia.

Wakasat Reskrim Polresta Surakarta AKP Widodo menjelaskan, kasus itu terbongkar setelah korban bercerita kepada sang kakak, akhir tahun lalu. "Kemudian hal tersebut didengar orangtua korban. Orangtua korban tidak terima dan melaporkan hal ini ke pihak berwajib," ujarnya.

KAP ditangkap di kosnya di wilayah Jebres. Dia dijerat dengan pasal 82 ayat 1 dan pasal 81 ayat 2 UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia