Sabtu, 22 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Gibran Tak Merasa Disindir “Bojo Anyar” Rudy

24 Januari 2020, 09: 45: 59 WIB | editor : Perdana

Gibran Tak Merasa Disindir “Bojo Anyar” Rudy

SOLO – Dudu klambi abang sing mbok simpen nang atimu nanging klambi anyar sing tok pamerke nang Aku. Sepenggal lirik plesetan dari lagu ‘Bojo Galak’ ciptaan Didi Kempot itu kini menjadi primadona Ketua DPC PDIP Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo. 

Hampir di semua acara yang ada alunan musik, wali kota Surakarta ini selalu naik panggung dan menyanyikan lagu ‘Bojo Anyar’. Tak sekadar bernyanyi, Rudy juga mengubah lirik di bagian reff. Lirik yang seharusnya “Dudu klambi anyar sing mbok simpen nang lemarimu, nanging bojo anyar sing mbok pamerke nang aku” diganti menjadi “Dudu klambi abang sing mbok simpen nang atimu nanging klambi anyar sing tok pamerke nang aku.” 

Gubahan lirik tersebut tampak mengandung curahan hati seorang Rudy terhadap kondisi partainya saat ini. Menjelang pemilihan wali kota September mendatang, DPC PDIP memang dibuat pusing. Sebab, nama yang diusulkan mendapatkan rekomendasi, Achmad Purnomo-Teguh Prakosa, mendapat tantangan dari rival yang tak lain putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka. 

Gibran mulai rajin blusukan di bawah kendali relawan Kancane Gibran Gaes (Kagege). Dia masuk ke kampung-kampung sembari membagi kaos bertema Indonesia Raya. Dalam kaos tersebut tidak ada lambang PDIP.  Hanya memuat beberapa tokoh pahlawan nasional. Kaos dan baju bermotif Indonesia Raya itu dijadikan ikon setiap aksinya. 

Kaos itulah yang diduga melatarbelakangi lagu yang dinyanyikan Rudy. Lirik tersebut pertama kali dibawakan saat membuka rangkaian kegiatan Solo Imlek Festival. Terakhir, Rudy menyanyikannya di acara PDIP di Pucangsawit akhir pekan lalu. 

Saat diminta konfirmasi terkait maksud gubahan lirik yang dinyanyikan, wali kota Surakarta ini enggan menjelaskan. Dia memilih merahasiakan pesan yang disampaikan dari lirik tersebut. “Enggak mau komentar saya,” katanya singkat.

Sementara itu Gibran Rakabuming Raka memberi komentar ihwal lirik lagu Klambi Abang milik Rudy. Pengusaha martabak itu mengaku tak merasa disindir oleh lagu yang dibawakan Rudy. Namun dia menerima jika lirik lagu tersebut benar-benar ditujukan untuknya.

“Namanya Pak Rudy kan ketua saya. Kalau ada yang salah dari saya ya wajar. Saya ini kan anak baru. Kalau disindir atau ditegur, dipanggil saya langsung berangkat. Gak apa-apa, dijewer juga nggak apa-apa. Namanya anak muda banyak salahnya," katanya.

Disinggung soal bagi-bagi kaos Indonesia Raya saat blusukan, Gibran mengaku itu bukan kaos kampanye. “Itu bukan kaos kampanye, tidak ada gambar saya, nama saya. Tidak ada tulisan coblos Gibran. Cuma memang identik dengan saya,” terangnya.

Dia juga mengaku memiliki kaos merah berlambang PDIP. Nantinya dia juga akan membagikan saat kampanye. “Kalau kaos merah ada, tapi nanti. Wong ini belum masa kampanye kok,” ujarnya. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia