Sabtu, 22 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Lagi, Anggota Perguruan Silat Terlibat Pengeroyokan, Tersangka 7 Orang

25 Januari 2020, 07: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti dalam kasus pengeroyokan yang ditangani Ditreskrimum Polda Jateng

Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti dalam kasus pengeroyokan yang ditangani Ditreskrimum Polda Jateng (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Lagi-lagi, aksi pengeroyokan yang melibatkan anggota perguruan silat terjadi di Kelurahan/Kecamatan Kartasura. Tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka, dua di antaranya masih di bawah umur.  

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Pol Budi Haryanto membenarkan, pihaknya telah mengamankan tujuh orang pelaku pengeroyokan. Mereka adalah RM, 20, warga Gatak, Sukoharjo; AZ, 20, warga Kadipiro, Banjarsari, Solo; MT, 21, warga Polokarto, Sukoharjo. Kemudian, SK, 25, warga Grogol, Sukoharjo dan FH, 19, warga Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo. Sementara dua pelaku anak yakni AS, 15, warga Sukoharjo dan VR, 15, warga Serengan, Solo.

Aksi pengeroyokan terjadi pada Rabu (15/1). Kejadian bermula saat rombongan tersangka baru saja menggelar pertemuan di wilayah Pengging, Boyolali, Selasa (14/1) malam. Saat hendak balik ke arah Kota Solo, di sekitar wilayah Kelurahan Kartasura para tersangka melihat seorang rekan seperguruan silat dalam kondisi terluka. 

”Rekannya ini mengaku kalau telah dikeroyok," kata Budi dalam jumpa pers di Mapolresta Surakarta, Jumat (24/1) sore.

Beberapa saat kemudain, salah seorang tersangka melihat ada kerumunan orang dari perguruan silat tak jauh dari lokasi mereka. Para tersangka kemudian langsung menyerang dan melakukan pengeroyokan. Empat orang yang dikeroyok seluruhnya warga Kartasura. 

"Tanpa mengenali siapa pelaku yang mengeroyok kawannya, mereka ini mereka langsung mengeroyok empat orang itu. Setelah melakukan pengeroyokan, para tersangka langsung melarikan diri," papar Budi.

Akibat pengeroyokan itu, tujuh tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Kelima pelaku dijerat pasal 351 ayat (1) KUHP dan atau pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman dua tahun penjara. Sementara, dua pelaku anak-anak berdasarkan fakta-fakta, barang bukti, dan keterangan saksi, terancam hukuman lima bulan penjara. 

"Dua pelaku anak telah memperoleh diversi disaksikan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Sukoharjo di Mapolres Sukoharjo pada Rabu (22/1) lalu," terang Budi mewakili Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.

Dia menegaskan bahwa Polda Jateng tidak akan tinggal diam dan tak tebang pilih terhadap pelaku yang meresahkan masyarakat. "Penyebab tawuran ini ya arogansi, merasa paling kuat dan punya banyak kawan. Kami tidak akan ragu-ragu menyikat segala bentuk premanisme. Masyarakat tidak perlu khawatir," pungkas Budi. (ves/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia