Sabtu, 22 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Features

Mengenal Ibnu Kurniawan, Kreasikan Pemotong Kayu Portabel

Cuma Modal Gambar dan Video

26 Januari 2020, 16: 45: 50 WIB | editor : Perdana

Mengenal Ibnu Kurniawan, Kreasikan Pemotong Kayu Portabel

Besarnya ongkos pengolahan kayu gelondongan menjadi siap jual, mendorong Ibnu Kurniawan memutar otak. Dia menciptakan mesin pemotong kayu yang berbeda dengan pasaran. Mesin ini diklaim dapat memangkas anggaran operasional pengusaha kayu kelas menengah ke bawah.

A. Christian, Solo.

SELAMA ini, setelah ditebang dari hutan, kayu gelondongan dibawa ke penggergajian untuk diolah. Tentu saja dibutuhkan tenaga ekstra dan biaya transportasi. 

“Jadi sampai gudang harganya (kayu) sudah naik tiga kali lipat. Kemudian saya searching di internet, ada mesin pemotong kayu portabel dan simpel. Yang buat Tiongkok. Harganya lebih dari Rp 90 juta. Belum ditambah ongkos pengiriman ke Indonesia. Kemudian saya berpikir kenapa tidak buat sendiri saja,” ujarnya.

Ibnu kemudian menggandeng SMK Kristen 2 guna mewujudkan impiannya tersebut. Proses pembuatannya tidak mudah. Karena hanya bermodal gambar dan video. Sejak riset hingga barang yang diberi merek Prigel Tipe Kridatech Mills seri LD 60 ini rampung dibuat, butuh waktu dua tahun.

“Karena sekarang sudah ada gambar, sudah ada desainnya protipe yang kedua, dalam sebulan kami bisa membuat sepuluh unit. Banyak penyempurnaanya. Misalnya mesinnya, kemudian pemotongnya, track buat kayu dan sebagainya,” jelas dia.

Perbedaan mesin pemotong kayu ala Ibnu dengan lainnya adalah, biasanya ketika kayu hendak dipotong, harus didorong menuju mata gergaji, sehingga membutuhkan keahlian khusus. Ketika kurang konsentrasi, hasil potongan kayu menjadi tidak sempurna.

“Kalau ini (mesin pemotong kayu rakitan Ibnu) orang awam pun bisa mengoperasikannya. Bisa diukur ketebalan potongan. Kemudian karena sudah ada track-nya, dari ujung ke ujung pasti presisi,” terangnya.

Mesin pemotong kayu berkekuatan setara motor 200 cc tersebut mampu memotong kayu dengan ketebalan tiga sentimeter kurang dari satu menit. Maksimal diameter gelondongan kayu yang bisa dipotong adalah 60 sentimeter dengan panjang 2,73 meter. “Kenapa cuma segitu? Karena kayu yang biasanya dijual pasaran ukuran panjang paling hanya 2,3 meter,” terang Ibnu.

Kelebihan lainnya, terdapat roda pada mesin gergaji sehingga memudahkan mobilitas. Bisa ditarik dengan sepeda motor roda tiga maupun mobil. Termasuk tenaga manusia. Apakah sudah ada yang memesan alatnya? Ibnu mengatakan, beberapa produsen kayu dari Pulau Jawa maupun luar Jawa sudah ada yang melirik. Alat tersebut dipasarkan secara online. Bila ada yang tertarik, dapat datang melihat barang. 

“Kalau cocok langsung kita buatkan. Ini sedang kita data, bulan depan mulai kita garap. Satu unit kita jual Rp 63 juta. Kita juga menjual yang tanpa roda. Jadi cuma untuk workshop atau diletakkan di pabrik. Kalau yang begitu, harganya Rp 44 juta. Sasaran kita memang sejak awal UMKM, maupun pengusaha menengah ke bawah yang memiliki masalah ongkos pengolahan kayu,” urai dia. (*/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia