Kamis, 20 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Omzet Fantastis Pedagang Sedap Malam

27 Januari 2020, 16: 10: 22 WIB | editor : Perdana

UNTUNG BANYAK: Bunga sedap malam yang dijual di kios Pasar Kembang, Laweyan, baru-baru ini.

UNTUNG BANYAK: Bunga sedap malam yang dijual di kios Pasar Kembang, Laweyan, baru-baru ini. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Perayaan Imlek kurang lengkap tanpa hadirnya bunga sedap malam. Wangi semerbak bunga sedap malam tercium di sejumlah tempat ibadah umat Konghucu, jelang dan saat Imlek. Tak hanya itu, harum sedap malam juga menghiasi malam pergantian tahun di rumah-rumah etnis Tionghoa.

Fenomena musiman ini membawa berkah bagi pedagang bunga di Pasar Kembang Solo. Penjualan bunga sedap malam melonjak jelang Imlek. Sebab bunga ini memiliki filosofi agar di tahun baru semua rezeki, keberuntungan, dan harapan semakin “wangi”. 

“Permintaan bunga sedap malam naik tajam. Omzet bisa meningkat dua kali lipat. Tiap minggu bisa dapat Rp 3 juta sampai Rp 5 juta,” ujar penjual bunga sedap malam di Pasar Kembang Solo Sekar, 37, kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (26/1).

Lonjakan permintaan sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Setangkai sedap malam dibanderol Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu. Padahal, saat hari biasa, harganya hanya Rp 5 ribu setangkai. Itu sudah harga paling mahal. Kendati harga naik tiga kali lipat, permintaan cukup tinggi.

“Saya sudah dua kali ke Pasar Kembang membeli bunga sedap malam. Biasanya ambil 20 sampai 30 tangkai. Bunga itu saya pakai di tempat ibadah di rumah saya. Sudah jadi tradisi kalau Imlek harus ada sedap malam,” ucap salah seorang pembeli, Sheila, 35. (mg5/aya/fer)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia