Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Jateng

Ganjar Resmikan Sekolah & Masjid Hasil Bantuan Jateng untuk Sulteng

29 Januari 2020, 20: 39: 49 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meresmikan sekolah dan masjid di Palu, Sigi, dan Donggala

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meresmikan sekolah dan masjid di Palu, Sigi, dan Donggala

Share this      

SULTENG – Hasil donasi masyarakat yang terkumpul melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Jateng untuk korban gempa Palu kini telah terwujud dalam bentuk bangunan sekolah, panti asuhan, dan masjid. Delapan sekolah dan masjid yang dibangun di Palu, Sigi, dan Donggal (Pasigala), Sulawesi Tengah tersebut diresmikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Rabu (29/1).

Ganjar mengatakan, untuk memberi bantuan tidak harus menjadi atau menunggu jika sudah kaya. Seperti halnya Jateng, bukanlah provinsi yang kaya dengan pendapatan besar. Namun, Jateng ikut merasakan kepedihan atas bencana yang dialami saudara-saudara di Sulawesi Tengah. Dan, terdorong untuk bahu membahu memberikan bantuan.

“Apakah Jateng provinsi kaya? Tidak. Duitnya banyak? Tidak. Tapi kami sedang belajar kaya hati. Tangan butuh bergandengan. Bukan mencaci, bukan menyalahkan, tapi saling membantu. Kalau mencaci bisa menyelesaikan persoalan, mari mencaci setiap hari,” kata Ganjar saat meresmikan MTs Alkhairaat Biromaru Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.

Ganjar masih ingat betul bagaimana dia melihat sendiri kerusakan yang timbul akibat gempa di Pasigala. Dia pun berpesan kepada kepala daerah agar mampu mengendalikan lingkungan, memperhatikan analisisi mengenai dampak lingkungan (Amdal), dan melestarikan kearifan lokal. 

“Saya melihat sendiri bagaimana hebatnya bencana di Pasigala saat ke sini dulu. Kita selalu ingat kerusakan di bumi karena ulah manusia. Maka sebagai pimpinan daerah kita harus mampu mengendalikan lingkungan, tata ruang, AMDAL, termasuk kearifan lokal,” papar Ganjar.

Selain itu, melalui sekolah diharapkan bisa memfasilitasi para siswa untuk pelatihan tanggap bencana. Sehingga mereka telah terlatih untuk menyelamatkan diri dan membantu orang-orang terdekat ketika bencana kembali terjadi.

“Di Amerika dan Jepang, pelatihan tanggap bencana dilakukan dua kali setahun. Padahal, di Jepang tiap hari terjadi bencana. Ini penting agar anak-anak terlatih cepat menyelamatkan diri kalau terjadi bencana,” ucap Ganjar.

Ketua PMI Jateng Imam Triyanto menyebutkan, dana masyarakat yang terhimpun di PMI Jateng sebanyak Rp 3,6 miliar. Bantuan itu diwujudkan menjadi delapan bangunan sekolah, panti asuhan, dan masjid. 

Sebanyak lima bangunan ada di Sigi. Yaitu MTs Alkhairaat Biromaru, TK Harapan Bangsa, TK Al Amanah, Masjid Tarbiyatul Qur’an Sigi Biromaru, dan Masjid Rahmatullah Lonja Tanambulava.

Di Palu, telah dibangun Panti Asuhan Al Insan Petobo Palu Selatan dan SD Nurul Islam Lambara Taweli. 

Kemudian di Donggala, bantuan diwujudkan dalam bentuk sekolah. Yakni MI Nahdlatul Khairaat di Desa Labuan Lelea Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala yang diresmikan Ganjar.

Bupati Sigi Mohamad Irwan mengapresiasi bantuan yang diberikan Ganjar dan seluruh warga Jateng. Tanpa bantuan tersebut, kata dia, Sigi tidak bisa pulih dengan cepat. “Butuh Rp 11 triliun untuk membangun kembali semuanya. Tanpa bantuan dari pihak luar, kami tidak bisa recovery dengan cepat,” kata Irwan.

Sekretaris PP Alkhairat Ridwan Yalidjama juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Ganjar yang telah ikut membantu berdirinya sekolah, masjid, dan pendidikan Alquran. 

“Yang utama memang ilmu dan akhlak. Maka, sudah tepat karena bantuan dikhususkan untuk pembangunan sekolah, masjid, dan pendidikan Alquran. Saya berterima kasih, Bapak Gubernur,” pungkas Ridwan. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia