alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Virus Korona dan Hikmah Berwudu

31 Januari 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Perdana

H. Priyono, Takmir Masjid Al-Ikhlas Klaten Selatan, Wakil Dekan I Fakultas Geografi UMS

H. Priyono, Takmir Masjid Al-Ikhlas Klaten Selatan, Wakil Dekan I Fakultas Geografi UMS

Share this      

Oleh: H. Priyono

PUBLIK dunia belakangan ini sibuk menyimak pemberitaan tentang mewabahnya virus korona. Wabah ini kali pertama diumumkan pada 31 Desember 2019, bermula dari Kota Wuhan, Tiongkok dan dalam hitungan hari telah menyebar hingga ke 16 negara. Hingga kini WHO melaporkan telah lebih dari 107 orang meninggal dunia dan 4.474 orang terinfeksi. Tak heran jika Virus Corona ini menjadi ancaman serius bagi dunia. 

Virus korona menyebar seperti virus influenza pada umumnya, yaitu melalui batuk dan bersin orang yang terinfeksi. Penularan virus ini bisa terjadi lewat sentuhan tangan, wajah, dan pegangan pintu atau bagian lain yang umum disentuh oleh penderita.

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto meminta masyakarat menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari virus ini. Pencegahan ini dianggap cara terbaik karena hingga kini belum ada obat dan vaksin yang bisa mencegah virus ini.

Terkait hidup bersih ini, Islam mengajarkan umatnya agar selalu menjaga kebersihan. Di mana ini tidak dapat dipisahkan dari keimanan. Seorang muslim yang tidak menjaga kebersihan dan kesucian berarti mengabaikan sebagian nilai-nilai keimanannya.

Islam sangat memperhatikan kebersihan. Salah satu buktinya adalah adanya ajaran tentang thaharah. Arti thaharah paling umum digunakan adalah pembersihan atau penyucian diri dari hadas kecil dan hadas besar. Hadas kecil merupakan kondisi yang mengharuskan seorang muslim untuk berwudu sebelum menjalankan ibadah seperti shalat, menyentuh mushaf Alquran, dan ibadah lainnya. Hadas besar merupakan kondisi yang mewajibkan seseorang muslim melakukan mandi junub. Yaitu, mandi keramas membasahi sekujur tubuh setelah melakukan hubungan suami istri, setelah menstruasi, nifas, dan mualaf yang baru masuk Islam.

Thaharah yang paling sering dikerjakan adalah berwudu karena dilakukan setiap akan salat. Kewajiban bersuci sebelum salat ini diperintahkan Allah SWT dalam surah Al-Maidah ayat 6: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah muka kalian dan tangan kalian sampai dengan siku, dan sapulah kepala kalian dan (basuh) kaki kalian sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.”' 

Seirama dengan ayat di atas, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak diterima shalat salah seorang dari kalian jika berhadas hingga dia berwudhu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Syariat wudu ini untuk membersihkan segala kotoran najis dan hadas. Selain itu, wudu juga bermanfaat untuk kesehatan. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa wudu yang dilakukan secara benar akan memberi manfaat bagi kesehatan karena mampu merangsang dan menstimulus energi dalam tubuh serta melancarkan peredaran darah. 

Berkumur-kumur saat berwudu dapat menjaga kebersihan mulut dan kerongkongan dari peradangan dan membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan yang menempel. Sedangkan membasuh wajah dan kedua tangan sampai siku, serta kedua kaki memberi manfaat menghilangkan debu-debu dan berbagai bakteri atau virus.

Saat berwudu, disunahkan melakukan istinsyaaq (memasukkan air ke dalam hidung) sebanyak tiga kali lalu menyemburkannya ke luar. Karenanya orang yang selalu berwudu mayoritas hidung mereka bersih, tidak terdapat berbagai mikroba, bakteri, ataupun virus. 

Rongga hidung dapat menjadi penghantar berbagai penyakit karena dari lubang hidunglah kuman dapat masuk ke tenggorokan dan terjadilah radang dan berbagai penyakit. Apalagi jika kuman atau virus tersebut kemudian sampai masuk ke dalam aliran darah maka dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius seperti yang ditimbulkan oleh virus korona yang mewabah saat ini. Inilah hikmah disayariatkannya berwudu. 

Rasulullah SAW bersabda: “Siapa berwudu lalu memperbagus wudunya, niscaya keluarlah kotoran-kotoran dari tubuhnya sampai keluar dari bawah kukunya.”(HR Muslim)

Dengan demikian, seharusnya menjaga kebersihan menjadi pola hidup seorang muslim. Dengan kebiasaan hidup sehat dan bersih ini maka akan menghindarkan kaum muslimin dari berbagai penyakit. Semoga kita terjaga dari wabah virus korona ini. (*)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia