Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Jateng

49 Ribu Pelamar Akan Bersaing di Seleksi CPNS Jawa Tengah

06 Februari 2020, 00: 05: 20 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi peserta mengikuti ujian SKD di kantor BKN Jakarta

Ilustrasi peserta mengikuti ujian SKD di kantor BKN Jakarta (JPG)

Share this      

SEMARANG - Sebanyak 49.304 pelamar akan bersaing dalam seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Jawa Tengah, tahun ini. Mereka adalah pelamar yang telah lolos seleksi administrasi alias memenuhi syarat (MS). Selanjutnya, mereka akan mengikuti tahapan ujian seleksi kompetensi dasar (SKD).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Tengah Wisnu Zaroh mengatakan, SKD CPNS Pemprov Jateng Formasi Tahun 2019 dilaksanakan mulai 20 Februari 2020 hingga 4 Maret 2020. Lokasinya di Asrama Haji Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Pelaksanaan tes seleksi CPNS itu telah diatur dalam Permenpan-RB Nomor 23 Tahun 2019. Ada dua macam tes. Yakni tes kompetesi dasar (TKD) atau seleksi kompetensi dasar (SKD) dan tes kompetensi bidang (TKB) atau seleksi kompetensi bidang (SKB). 

Untuk TKD mencakup wawasan kebangsaan, tes intelegensia umum (TIU), dan tes karakter pribadi (TKP). ”Tes kepribadian pakai standar nilai tinggi. Dan rata-rata peserta tes jatuhnya di kepribadian,” tutur Wisnu saat konferensi pers di lantai 1 Gedung A Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (5/2)

Pada pelaksanaan SKD ada 66 sesi dengan jumlah peserta tiap sesi 750 orang. Dikatakan Wisnu, segala persiapan untuk pelaksanaan tes sudah matang.

“Sudah 90 persen siap. Kita juga sudah rapat di lokasi di Donohudan. Sudah matang," terang Wisnu.

Sebelum pelaksanaan tes, peserta juga diminta untuk memperhatikan sejumlah aturan. Di antaranya tidak boleh memotret saat dimulai tes dan dilarang membawa HP. Semua alat tulis, seperti kertas dan bolpoin sudah disediakan panitia. 

Saat masuk, peserta juga melewati screening atau pemeriksaan dengan metal detector. Sehingga peserta diminta untuk tak memakai perhiasan apapun

”Peserta datang cukup dengan seragam putih dan hitam. Yang dibawa hanya KTP dan kartu peserta. Tas dititipkan," ujar Wisnu.

Dia juga menegaskan agar peserta harus percaya diri dengan kemampuan sendiri. Jangan percaya dengan pihak-pihak yang menjanjikan bisa meloloskan seleksi CPNS dengan imbalan sejumlah uang.

”Semuanya menggunakan CAT fisik. Semua transparan. Bahkan setelah pengumuman, tes selesai, keluar, langsung bisa melihat hasilnya. Dan siapa pun bisa lihat hasilnya," tegasnya.

Wisnu bersyukur karena hingga saat ini tidak ada laporan terkait praktik-praktik penipuan berkedok calo PNS. "Sejauh ini dari kabupaten atau kota juga belum ada laporan," pungkas dia. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia