Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Jateng

Jateng Target Pembetukan 29 Desa Tangguh Bencana Tahun Ini

06 Februari 2020, 00: 40: 22 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menerima penghargaan dari BNPB sebagai salah satu provinsi yang punya partisipasi aktif dalam penganggulangan bencana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menerima penghargaan dari BNPB sebagai salah satu provinsi yang punya partisipasi aktif dalam penganggulangan bencana

Share this      

SEMARANG – Sebagai daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, Pemprov Jateng terus melakukan upaya pengurangan risiko bencana. Salah satunya dengan menggenjot pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana). Hingga akhir 2019, sudah ada 387 Destana di Jateng. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Sudaryanto mengatakan, Destana merupakan bagian penting untuk pengurangan risiko bencana berbasis komunitas (PRBK). Warga desa akan mampu mengenali karakter wilayah, potensi kebencanaan, dan cara penanganan. 

“Minimal warga paham akan kebencanaan, mengerti titik kumpul dan karakter wilayah, dan berkoordinasi dengan unsur relawan ataupun BPBD dalam penanganan lanjutan bencana," tutur Sudaryanto, Rabu (5/2).

Pemprov cukup serius untuk program pembentukan Destana sejak bertahun-tahun lalu. Itu dibuktikan dengan dukungan anggaran untuk pembentukan Destana sejak 2009.

Tahun ini, pemprov menargetkan pembentukan 29 Destana. Sehingga total, Destana bentukan pemprov Jateng mencapai 115. Sedangkan, akumulasi jumlah Destana di Jateng mencapai 416 desa hingga akhir tahun ini.

”Dengan total 7.809 desa di Jateng, jumlah Destana ini, memang belum ideal. Namun, dalam penanggulangan bencana, semua pihak harus ikut terlibat. Tidak hanya pemerintah dan masyarakat, dunia usaha pun diharapkan ikut berkontribusi,” papar Sudaryanto.

Sebagai catatan, sepanjang 2019 telah terjadi 2.627 peristiwa kebencanaan, dengan korban jiwa 39 orang dan 199 korban luka-luka. Belum lagi kerusakan yang ditimbulkan. Seperti rumah rusak berat 896 unit, rusak sedang 1.685 unit, dan 8.636 unit rusak ringan. 

Kerugian material dari banyaknya kejadian bencana itu mencapai Rp 86 miliar lebih. Untuk itu, kata Sudaryanto, pembentukan Destana ini perlu didukung penuh oleh pemerintah daerah masing-masing, bahkan hingga tingkat desa. Misalnya peran serta melalui alokasi anggaran dana desa (ADD).

”Pemerintah desa bisa mengalokasikan ADD yang berfungsi sebagai biaya opeasional desa tangguh bencana,” tandas Sudaryanto. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia