Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Jateng

Jateng Siap Dukung Muktamar Muhammadiyah & Aisyiyah ke-48 di Solo

06 Februari 2020, 09: 36: 22 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir dan panitia muktamar di Puri Gedeh, Semarang, Rabu (5/2)

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir dan panitia muktamar di Puri Gedeh, Semarang, Rabu (5/2)

Share this      

SEMARANG - Muktamar Muhamadiyah dan Aisyiyah ke-48 akan diselenggarakan di Solo pada tanggal 1-5 Juli 2020 mendatang. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan akan mendukung penuh muktamar tersebut.

Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ini rencananya akan dihadiri sekitar 5.000-an peserta plus lebih dari 1 juta peserta penggembira. ”Jateng Siap membantu dan mendukung muktamar ini. Selain Muktamar Muhamadiyah, juga ada Muktamar Aisyiyah. Akan banyak juga isu perempuan dan anak yang dibicarakan," kata Ganjar saat menerima Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir dan panitia muktamar di Puri Gedeh, Semarang, Rabu (5/2).

Sesuai rencana, penyelenggaraan rangkaian muktamar tersebut akan menggunakan sejumlah lokasi di Solo. Di Antaranya Stadion Manahan untuk lokasi muktamar dan Stadion Sriwedari sebagai tempat ta’aruf maupun pameran.

Untuk itu, Ganjar berjanji akan membantu terkait hal-hal teknis, seperti berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait soal perizinan. ”Akan kami bantu komunikasikan. Sriwedari sudah oke. Manahan yang masih belum karena secara administratif belum diserahkan ke Pemkot Surakarta,” papar Ganjar.

Selain itu, sejumlah persiapan teknis lainnya juga akan dikoordinasikan, seperti keamanan, dapur umum, dan lainnya. Dikatakan Ganjar, penyelenggaraan muktamar ini harus didukung berbagai pihak, terutama dari pemkot maupun masyarakat Solo.

Karena event nasional yang akan mendatangkan lebih dari 1 juta orang ini tentu bisa berdampak positif bagi perekonomian Kota Solo. Akan banyak transaksi yang dilakukan di Solo, mulai penginapan, kuliner, objek wisata, oleh-oleh, dan lain sebagainya.

Di satu sisi, Ganjar juga meminta kepada panitia muktamar agar lebih banyak melibatkan masyarakat. Di antaranya seni budaya dan UMKM. "Kalau bisa UMKM itu lebih banyak dilibatkan. Lalu, waktu penutupan mungkin bisa digelar acara pawai seni-budaya di CFD Solo karena saya lihat di sana itu sangat bagus," ucap Ganjar.

Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, Muktamar Muhammadiyah ke-48 yang mengambil tema Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta akan dihadiri lebh dari 5.000 peserta. Kemudian, Muktamar Aisyiyah bakal dihadiri sekitar 2.800-an peserta dengan tema Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Bangsa. Belum lagi peserta penggembira dengan jumlah lebih dari 1 juta orang yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. 

"Peserta penggembira ini biasanya datang waktu pembukaan, terus setelah itu plesiran. Jumlah itu berdasarkan pengalaman muktamar di Yogyakarta sebelumnya," katanya.

Rektor UMS Sofyan Anif yang juga menjadi panitia lokal muktamar menambahkan, persiapan sudah dilakukan sejak 5-6 bulan sebelum pelaksanaan. Mulai dengan membuat sistem online terkait agenda muktamar, pendaftaran peserta aktif dan peserta penggembira. 

"Kegiatan pendukung ini juga sudah dikoordinasikan dengan bupati dan wali kota di Soloraya. Intinya kami ingin potensi daerah di Soloraya dan Jateng secara umum bisa muncul dalam muktamar. Kami juga ingin memastikan bahwa para peserta yang datang ke Jateng merasa nyaman," jelasnya. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia