Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

Bayi Dibuang di Irigasi, Telinga Dikerubuti Semut

09 Februari 2020, 13: 30: 59 WIB | editor : Perdana

MALANG NIAN: Mayat bayi dibawa dari Polindes Daleman menuju RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, Klaten kemarin (8/2).

MALANG NIAN: Mayat bayi dibawa dari Polindes Daleman menuju RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, Klaten kemarin (8/2). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Kasus pembuangan bayi masih saja terjadi. Kali ini, jasad bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan di saluran irigasi Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Sabtu (8/2).

Penemuan mayat bayi berawal ketika anak-anak desa setempat sedang mencari cacing di lahan persawahan Dusun Bendo, RT 10/RW02, Desa Daleman, Kecamatan Tulung. Mereka dikejutkan ketika melihat bayi dengan posisi miring ke kiri dengan plasenta masih melekat di badan. Kejadian tersebut segera dilaporkan ke warga lainnya.

“Sekitar Pukul 13.00 kami mendapatkan laporan dari perangkat desa bahwa warganya menemukan seorang bayi. Lantas kita datangi ke tempat kejadi perkara melibatkan Inafis Polres Klaten. Saat ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ucap Kapolsek Tulung Iptu Jaka Waluya, Sabtu (8/2).

Mayat bayi dievakuasi ke Polindes Desa Daleman untuk dilakukan pemeriksaan petugas medis Puskesmas Tulung. Pada bagian telinga bayi dengan berat 4 kilogram, panjang 50 sentimeter itu sudah dikerubuti semut dan segera dibersihkan. Setelah itu dibawa ke RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten untuk dititipkan guna kepentingan penyelidikan kepolisian. 

“Sejumlah saksi sudah kita minta keterangan. Termasuk pak kadus yang melaporkan. Untuk sementara, belum ada petunjuk. Tetapi tetap kita upayakan lewat penyelidikan,” jelas kapolsek Tulung.

Kepala Desa Daleman Mursito menjelaskan, lokasi penemuan bayi berjarak sekitar 50 meter dari jalan utama Dusun Bendo. Saat ditemukan, badan bayi masih segar. Melihat kondisi tersebut, diperkirakan bayi malang itu dibuang sekitar dua jam sebelum ditemukan. 

“Sudah saya kumpulkan para ketua RT di sekitar lokasi kejadian. Kami koordinasikan apakah ada warganya yang hamil dan baru saja melahirkan,” ungkap dia.

Menurut Mursito, penemuan mayat bayi baru kali pertama terjadi di desanya. Maka itu menjadi perhatian penuh dari pemerintah desa untuk mencari tahu pelaku pembuangan. Sementara itu didapatkan informasi dari warga sebelum kejadian tersebut ada seorang pria mencurigakan.

“Ada yang dicuriga melihat seorang laki-laki yang sedang menggendong bayi. Tapi untuk kepastiannya apakah pelakunya dia atau bukan, harus dicari tahu lebih lanjut,” pungkasnya. (ren/wa)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia