Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Ketum PSSI Sambangi Calon Venue Piala Dunia U-20 2021

09 Februari 2020, 06: 15: 59 WIB | editor : Perdana

TURUN KE LAPANGAN: Ketum PSSI Mochamad Iriawan (dua dari kanan) saat memantau kondisi Lapangan Kota Barat, kemarin.

TURUN KE LAPANGAN: Ketum PSSI Mochamad Iriawan (dua dari kanan) saat memantau kondisi Lapangan Kota Barat, kemarin. (NIKKO AUGLANDY/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pengurus pusat PSSI menyambangi dua kota sekaligus, yang masuk rancangan sebagai host Piala Dunia U-20 2021. Yakni Jogja dan Solo. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule hadir bersama beberapa petinggi PSSI lainnya, termasuk sekjen Ratu Tisha.

Rombongan memulai langkah dengan mengunjungi Stadion Mandala Krida yang jadi venue utama di Kota Gudeg. Setelah itu ikut meluangkan waktu melihat kondisi lapangan pendukung. Seperti  Lapangan Kenari, Umbulharjo, YIS, Stadion UNY, Stadion Pancasila UGM, dan Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu pagi (8/1).

Siang harinya rombongan mengunjungi Kota Solo. Khusus untuk menonton kondisi lapangan yang masuk rancangan sebagai lokasi latihan tim peserta Piala Dunia. Seperti Lapangan Sriwedari, Kota Barat, Sriwaru, Karangasem dan Banyuanyar. Direncanakan rombongan akan melihat kondisi Stadion Manahan usai direvitalisasi, pagi ini (9/1). Sebelumnya rombongan akan menemui Wali Kota Surakarta F.X Hadi Rudyatmo terlebih dahulu di Loji Gandrung.

“Semua perlu pembenahan. Rumput lapangan harus berstandar dunia, dan ada juga fasilitas pendukung seperti lampu, ruang ganti, WC dan jacuzzi. Tempat lapangan pendukung memang tidak perlu tribun, hanya perlu ruang ganti saja yang memadai,” ungkap Iwan Bule.

Dia menilai dari sisi lokasi, lapangan di Kota Solo cukup representatif. "Kota Barat lebih banyak yang perlu dilakukan pembenahan ketimbang Sriwedari. Tapi Sriwedari juga perlu dibenahi, karena ada beberapa fasilitas yang harus berstandar. Saya lihat Solo representatif, karena lapangan pendukung dengan Stadion Manahan, jaraknya dekat. Termasuk dengan hotel juga,” ujarnya. 

Pihaknya menambahkan bahwa diperlukan perbaikan di sejumlah stadion maupun sarana pendukungnya, lantaran untuk memenuhi standar FIFA. Meski penilaian PSSI dianggap bagus, namun tetap tergantung FIFA keputusannya saat mengecek. ”Mungkin FIFA punya penilaian sendiri soal venue yang dipilih," tuturnya.

Seperti diketahui sebelumnya Stadion Mandala Krida Jogja dan Manahan Solo masuk sebagai calon tuan rumah Piala Dunia U-20. Setelah ini, rombongan PSSI akan menuju ke Surabaya untuk melihat kondisi Stadion Gelora Bung Tomo. FIFA sendiri sepertinya baru akan mengumumkan siapa tuan rumahnya, Maret mendatang.

Solo peuangnya cukup besar untuk jadi venue Piala Dunia. “Sriwedari punya nilai historis yang besar (sebagai stadion pertama buatan pribumi, yang sudah didirikan sejak 1933, Red). Ada nilai plusnya disini, dan nanti akan kami utarakan ke FIFA,” ujan Iwan Bule. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia