Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Jelang Valentine, Harga Bunga Naik

10 Februari 2020, 08: 30: 59 WIB | editor : Perdana

HARUM: Bunga mawar di lapak pedagang Pasar Kembang Solo, kemarin (9/2).

HARUM: Bunga mawar di lapak pedagang Pasar Kembang Solo, kemarin (9/2). (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

SOLO – Jelang perayaan Valentine, pedagang bunga semringah. Mereka mulai kebanjiran order sejak beberapa hari terakhir. Tak pelak, tingginya permintaan membuat harga bunga naik.

Perayaan Valentine identik dengan bunga mawar. Pedagang mengaku harga mawar naik empat kali lipat. Per tangkai mawar dibanderol Rp 15-20 ribu. Pasdahal harga sebelumnya hanya Rp 5 ribu per tangkai.

“Bunga mawar paling banyak dicari. Biasanya tiga hari sebelum Valentine, harga mawar mulai melonjak. Naik berkali-kali lipat dari harga normal,” ujar Rio, 30, pedagang bunga Pasar Kembang, kemarin (9/2).

Beruntung, stok mawar dan aneka bunga lainnya cukup banyak. Selain mawar, bunga lili juga jadi primadona. Kendati lonjakan harga bunga lili tidak terlalu signifikan. 

“Harga lili semula Rp 20 ribu, sekarang jadi Rp 25 ribu satu kuntum. Kalau kasablangka harganya Rp 40 ribu per tangkai. Krisan Rp 50 ribu per ikat. Bunga lain biasanya naik sedikit. Sekitar 10 persen atau Rp 5 ribu saja,” bebernya.

Pedagang lainnya Sekar, 37, juga mengaku harga bunga naik. Dia sampai mengirim salah seorang staf ke Kota Semarang untuk mengamankan stok mawar. Khusus melayani permintaan saat Valentine. Dia memprediksi akan terjadi peningkatan pembeli, tiga hari jelang Valentine. 

“Banyak yang tidur di tempat distributor di Malang dan Bandung untuk mengamankan stok bunga mawar. Takut kehabisan. Hari Valentine ini memang membawa berkah buat saya dan pedagang bunga lainnya,” jelasnya. (mg4/aya/fer)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia