Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Olahraga

APG Filipina Mundur Lagi karena Korona, Bagaimana Nasib Atlet NPC?

11 Februari 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Lifter angkat berat NPC menjalani sesi latihan di kantor NPC pusat, kemarin.

Lifter angkat berat NPC menjalani sesi latihan di kantor NPC pusat, kemarin. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Sekali lagi, para atlet National Paralympic Committee (NPC) yang sudah bersiap untuk bertanding dalam ASEAN Para Games (APG) 2020 di Filipina harus kembali bersabar. Sebab, penyelenggaraan multievent yang diikuti ribuan paralympian dari negara Asia Tenggara tersebut dipastikan kembali diundur.

Sejatinya, APG 2020 Filipina digelar pertengahan Januari. Namun, penyelenggaraan harus diundur akhir Maret karena tuan rumah mengalami krisis pendanaan. Dan kabar terbaru, APG 2020 dipastikan harus kembali diundur dengan jadwal yang belum bisa ditentukan.

Alasannya tak lain karena tengah mewabahnya virus korona. Virus yang awalnya muncul di Wuhan, Tiongkok itu kini telah menyebar ke sejumlah negara dan telah menewaskan ratusan korban. Hal inilah yang membuat Filipina ikut cemas.

”Gara-gara korona akhirnya APG harus diundur dan kami tak tahu kepastiannya kapan. Virus ini musuh bayangan yang tak terlihat. Jadi sangat bahaya dan membuat cemas banyak negara,” terang Presiden NPC Indonesia Senny Marbun kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Senny mengaku, dia diberi tahu federasi NPC Filipina pada Sabtu (8/2). Dan beberapa petinggi cabor sudah diinformasikan terkait keputusan mengejutkan ini. ”Saya belum tahu seperti apa lanjutannya. Masih menunggu arahan dari Menpora (Zainuddin Amali) dulu. Yang pasti, penundaan jadwal ini membuat pemusatan latihan ikut terganggu,” ujarnya.

Tak hanya APG, ajang Paralympic Games (Paralympiade) 2020 di Tokyo, Jepang Agustus mendatang terancam ikut tertunda. Otoritas Jepang melakukan karantina terhadap Kapal Pesiar Diamond Princess di perairan Yokohama, Jepang. Tindakan itu dilakukan setelah ditemukan penumpang yang positif terinfeksi virus korona. Pada Jumat (7/2), ditemukan 41 penumpang yang positif terkena virus korona. Mereka kemudian dipindahkan dan diisolasi di rumah sakit di Prefektur, Kanagawa.

Ternyata di dalam kapal pesiar yang dikarantina pihak Jepang tersebut terdapat 78 WNI. Mereka merupakan kru yang bekerja di Kapal Pesiar Diamond Princess tersebut. Kapal itu sendiri membawa total sekitar 3.700 penumpang serta kru. 

”Ini juga yang ikut membuat kami camas. Bisa-bisa Paralympiade juga ditunda dengan alasan ancaman korona. Kami belum tahu planing ke depan akan seperti apa. Atlet biar tetap fokus latihan saja, sambil nunggu perkembangan yang ada,” ucapnya. (nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia