alexametrics
Sabtu, 30 May 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Di Depan Petinggi PDIP, Gibran Pamer Hasil Survei Elektabilitas

11 Februari 2020, 22: 30: 32 WIB | editor : Perdana

Bakal calon wali kota Achmad Purnomo (dua dari kiri) dan Gibran Rakabuming Raka (dua dari kanan) saat mengikuti fit and proper test di DPP PDIP, Senin (10/2).

Bakal calon wali kota Achmad Purnomo (dua dari kiri) dan Gibran Rakabuming Raka (dua dari kanan) saat mengikuti fit and proper test di DPP PDIP, Senin (10/2). (ISTIMEWA)

Share this      

SOLO – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP memberi bocoran jika rekomendasi untuk calon wali kota akan turun pada 23 Februari. Hal itu sempat disampaikan kepada pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Achmad Purnomo-Teguh Prakosa maupun bakal calon wali kota Gibran Rakabuming Raka.

Baik Purnomo maupun Gibran sama-sama optimistis menatap rekomendasi DPP akhir bulan ini. Selain mengikuti fit and proper test, Senin (10/2), Gibran memanfaatkan pertemuan dengan petinggi DPP PDIP saat itu dengan melaporkan berbagai kegiatan blusukan yang telah dia lakukan. 

Putra sulung Presiden Jokowi itu juga memaparkan hasil survei internal terkait elektabilitas yang dilakukan timnya selama tiga bulan terakhir. Dia mengklaim jika angka elektabilitasnya meroket setelah aksi blusukan yang dilakukan setiap hari. 

”Kepada Pak Bambang (Wuryanto) saya sampaikan elektabilitas naik. Kita bisa melihat bahwa mesin politik saya berjalan. Yang penting optimis, harus optimis. Pimpinan itu harus selalu optimis,” kata Gibran, Selasa (11/2).

Meski optimistis, Gibran juga sudah menyiapkan diri jika ternyata tidak mendapat rekomendasi DPP. Dia tegas mengatakan tidak akan menyeberang ke partai lain untuk menjadi AD 1. Termasuk tak memenuhi ajakan Partai Gerindra Solo yang akan meminangnya jika tidak mendapat rekomendasi PDIP.

”Terima kasih dukungannya (Gerindra). Yang jelas saya tetap berada di PDIP,” papar ayah Jan Ethes itu.

Optimisme yang sama juga diungkapkan rival Gibran, Purnomo. Purnomo berpegang pada proses penunjukan dirinya oleh seluruh pimpinan anak cabang (PAC) untuk maju sebagai calon wali kota. Di samping itu, rekam jejak keberhasilan memimpin Kota Solo bersama F.X. Hadi Rudyatmo juga patut menjadi pertimbangan DPP.

”Mestinya DPP mempelajari arus bawah sehingga tahu kenapa Purnomo-Teguh dicalonkan,” papar Purnomo.

Jika memang rekomendasi tidak turun padanya, Purnomo tetap ingin berjuang lewat PDIP. Dia tidak memiliki niat untuk mencalonkan diri dari partai lain. Ketegasan itu diambil karena dia mengesampingkan ambisi pribadinya.

”Kalau enggak dapat rekomendasi, ya momong putu, melanjutkan usaha, amal sosial. Pokoknya pikiran enggak boleh berhenti,” tandas pria yang kini menjabat wakil wali kota Surakarta itu. (irw/ria)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia