Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Warga Ampel Terciduk Selundupkan 300 Kg Daging Sapi Glonggongan

12 Februari 2020, 07: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Polisi menggagalkan pengiriman daging gelonggongan dari Boyolali ke Wonogiri dini hari kemarin.

Polisi menggagalkan pengiriman daging gelonggongan dari Boyolali ke Wonogiri dini hari kemarin. (DOKUMEN POLRES WONOGIRI)

Share this      

WONOGIRI – Pengiriman daging sapi gelonggongan berhasil digagalkan dini hari kemarin. Polisi menyita 300 kilogram (kg) barang bukti dan dimusnahkan agar tidak dijual ke konsumen. 

Pengungkapan kasus pengiriman daging sapi gelonggongan di Wonogiri ini dilakukan unit II tindak pidana tertentu (tipiter). Penangkapan dilakukan setelah ada informasi pengiriman daging sapi diduga gelonggongan dari Boyolali pada Minggu (10/2) pukul 22.00.

“Kami berkoordinasi dengan dislakpernak (dinas kelautan dan perikanan dan peternakan) untuk melakukan penyelidikan. Penangkapan kami dilakukan pada Senin dini hari (11/2),” beber Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing melalui Kasat Reskrim Polres Wonogiri AKP Purbo Adjar Waskito. 

Penangkapan dilakukan di Jalan Pemuda I, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Wonogiri Senin (10/2) pukul 02.00. Polisi berhasil mengamankan Budi Nugroho, 29, warga Dusun Pengulon, Desa Gladagsari, Kecamatan Ampel, Boyolali yang merupakan terduga pelaku. Selain itu, ada Trisno Saputro, 29, warga Dusun Keboan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Boyolali sebagai sopir pengangkut daging sapi serta keneknya Joko Murdiyono, 33, warga Dusun Semampir, Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali. Keduanya diperiksa sebagai saksi.

Barang bukti yang diamankan berupa mobil Mitsubishi L300 warna hitam bernomor polisi AD1806WM, 270 kilogram yang digunakan untuk mengangkut daging sapi gelonggongan, koyor 36 kilogram, gajih 15 kilogram, dan tulang seberat 21 kilogram. 

“Sebanyak 300 gram daging sapi disisihkan untuk dicek di laboratorium. Sisanya sudah dimusnahkan agar tidak dijual ke konsumen,” terang Purbo. 

Hasil pengecekan laboratorium dan petugas dislakpernak dipastikan daging sapi tersebut positif gelonggongan. Saat ini, kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap terduga pelaku dan sudah berkoordinasi dengan kejaksaan. Selain itu, juga dilakukan gelar perkara terkait pengungkapan kasus tersebut.

Para pelaku dijerat pasal 135 junto pasal 71 ayat (2) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Isinya, setiap orang yang menyelenggarakan kegiatan atau proses produksi, penyimpanan, pengangkutan, dan atau peredaran pangan yang tidak memenuhi persyaratan sanitasi pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 4 miliar. (rm2/bun/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia