Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Niat Beli Motor Murah, Emak-Emak Tertipu Akun Bodong Catut Polwan Solo

12 Februari 2020, 20: 02: 25 WIB | editor : Perdana

Toharoh, korban penipuan jual beli online dengan mencatut nama polwan datang ke Mapolresta Surakarta.

Toharoh, korban penipuan jual beli online dengan mencatut nama polwan datang ke Mapolresta Surakarta. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Niat hati Toharoh, 30, warga Landungsari, Pekalongan memiliki sepeda motor kandas. Ibu rumah tangga itu tertipu mentah-mentah setelah mencoba membeli kendaraan roda dua tersebut melalui media sosial (medsos) Facebook. Toharoh percaya saja sebab akun bodong itu memasang foto anggota polwan Polresta Surakarta dengan nama Briptu Arie Fitri.

Siang tadi (12/2), Toharoh datang ke Mapolresta Surakarta dengan maksud bertemu Arie untuk meminta konfirmasi perihal sepeda motor. Namun ketika bertatap muka, dia kaget bukan kepalang. Sebab, Arie tidak pernah menjual sepeda motor lewat Facebook.

Korban mengaku kejadian bermula pada awal bulan ini. Dia melihat postingan akun yang mengatasnamakan Arie Fitri menjual sepeda motor jenis Honda CBR dengan harga miring. 

"Waktu itu dia menjual dengan harga Rp 12,5 juta. Setelah saya komentari, dia lanjut obrolan lewat WA (WhatsApp)," ucap Toharoh.

Kemudian, uang muka dikirim sebesar Rp 1,5 juta pada Sabtu (8/2). Dua hari kemudian, pelaku minta kiriman uang lagi sebesar Rp 3 juta. ”Katanya untuk pemberkasan. Setelah itu, katanya tanggal 11 motornya sampai rumah," ujar Toharoh.

Totalnya, Toharoh sudah menyetor uang sebesar Rp 4,5 juta. Namun, setelah ditunggu hingga Selasa (11/2) malam, motor idaman tak kunjung datang. Dia sebenarnya mulai curiga. Namun, pelaku dengan segala upaya terus meyakinkan korban. Bahkan, korban dikirimi KTP, SIM, serta Kartu Tanda Anggota (KTA) Polri dengan foto Arie.

"Karena sudah ada identitasnya, saya percaya. Terus dia bilang dia anggota, jadi tidak mungkin menipu. Tapi setelah saya ke sini, terus konfirmasi sama Mbak Arie, ternyata identitas yang dikirim itu palsu juga," papar Toharoh.

Ketika dimintai konfirmasi, Briptu Arie Fitri membenarkan fotonya digunakan untuk melakukan aksi penipuan jual beli online. "Kejadian seperti ini sudah sejak 2018. Sudah banyak yang ke mako (mapolresta, Red) untuk konfirmasi. Katanya beli mobil sama saya, beli motor, beli HP, macam-macam, jumlahnya yang datang juga sudah tidak terhitung, sudah puluhan," ucap Arie.

"Kalau Facebook, saya sudah lama tidak main. Sekarang lebih aktif di Instagram. Nah, jadi penipu ini screenshot foto saya di Instagram, kemudian dibuat akun palsu. Boleh dicek di Facebook, banyak akun palsu yang pakai nama dan foto saya," imbuh Arie.

Sementara itu, Wakasatreskrim Polresta Surakarta AKP Widodo membenarkan ada perempuan datang yang mengaku menjadi korban penipuan jual beli online. "Jadi cuma konfirmasi saja, kemudian kita arahkan untuk laporan ke satwil Pekalongan karena dia tertipu di rumahnya," ujar Widodo.

Menyikapi hal tersebut, Wakapolresta Surakarta AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, kasus penipuan dengan mencatut anggota Polri memang kerap terjadi. Di mana pelaku memasang foto profil anggota untuk menarik lawan jenis atau menjual suatu barang.

Berkaca dari pengalaman Toharoh dan korban-korban penipuan lainnya, Iwan meminta kepada masyarakat untuk ekstra waspada karena modus kejahatan beragam. Apabila mengaku anggota, masyarakat diminta untuk berani bertanya di mana anggota tersebut bertugas serta satuannya, termasuk nomor registrasi pokok (NRP) anggota tersebut. 

"Bisa datang langsung ke masing-masing satwil atau datang ke kantor polisi terdekat dari rumah," ujarnya. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia