Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Bersaing Rekomendasi, Gibran & Purnomo Kompak Simpan Rapat Visi Misi

12 Februari 2020, 22: 35: 37 WIB | editor : Perdana

Achmad Purnomo dan Gibran Rakabuming Raka bertemu saat takziah kerabat Keraton Surakarta beberapa waktu lalu.

Achmad Purnomo dan Gibran Rakabuming Raka bertemu saat takziah kerabat Keraton Surakarta beberapa waktu lalu. (DOK RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Bakal calon wali kota Surakarta dari PDIP Achmad Purnomo dan Gibran Rakabuming Raka sama-sama optimistis mendapat rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk memimpin Kota Surakarta. Namun, dua sosok yang saling bersaing itu hingga kini masih irit bicara soal visi misi yang akan dijadikan landasan dalam menata Kota Bengawan lima tahun ke depan.

Achmad Purnomo beberapa kali mengungkapkan jika visi misi yang diusungnya adalah melanjutkan kerja yang telah dilakukan bersama wali kota saat ini F.X. Hadi Rudyatmo. Visi 3WMP, waras wasis, wareg, mapan dan papan yang muncul pada pemilihan wali kota 2015 silam akan digunakan. Menurut Purnomo, 3WMP dianggap berhasil dan berdampak langsung terhadap masyarakat.

”Yang terpenting melanjutkan visi misi saat ini, 3WMP. Tentunya dengan meningkatkan komunikasi baik dengan yang tua maupun yang muda,” kata Purnomo. Rabu (12/2).

Komunikasi, lanjut Purnomo , menjadi kata kunci dalam pelaksanaan visi misi sebagai wali kota. Menjalankan program kerja tanpa komunikasi dipastikan tidak berhasil. “Di Solo, komunikasi itu nomor satu,” tegasnya.

Sementara itu, Gibran memilih waktu yang tepat untuk menyampaikan visi misinya sebagai wali kota. Dia enggan terburu-buru mengeluarkan daftar visi misi, baik kepada masyarakat maupun awak media. “(soal visi misi) Ntar aja, habis Lebaran. Ngapain buru-buru,” katanya.

Putra sulung presiden Joko Widodo ini memilih menguatkan hubungan personal dengan masyarakat dengan cara blusukan. Baginya blusukan menjadi cara jitu untuk mendengarkan langsung apa yang diinginkan masyarakat. Persoalan tersebut bakal dicatat, diolah bersama tim kemudian dicarikan solusi. Dia mencontohkan persoalan yang kerap dilontarkan masyarakat selama blusukan.

”Paling banyak keluhan tentang air bersih. Ada yang mengeluh air PDAM keruh, air tidak lancar, banjir. Untuk sementara kita bantu dengan pembuatan sumur dalam,” ucap Gibran.

Persoalan lain, lanjut Gibran, banyak disampaikan soal macet yang menghinggapi Kota Solo, kesulitan memproses Bantuan Pendidikan Masyarakat Surakarta (BPMKS) serta fasilitas umum. (irw/ria)  

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia