Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Boyolali

Dua Hari Menghilang, Lansia Diduga Hanyut

13 Februari 2020, 10: 15: 59 WIB | editor : Perdana

DISISIR: Tim SAR melakukan pencarian lansia diduga hanyut di Bendungan Dlingo, Mojosongo, Boyolali.

DISISIR: Tim SAR melakukan pencarian lansia diduga hanyut di Bendungan Dlingo, Mojosongo, Boyolali. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Tri Joko, warga Dusun Muning, Desa Dlingo, Kecamatan Mojosongo dilaporkan hilang sejak Senin sore (11/2). Lanjut usia (lansia) 82 tahun itu diduga hanyut terbawa aliran Kali Pepe.

Sejak menghilang, upaya pencarian terus dilakukan. Menyisir lokasi terakhir Tri Joko menyeberang di Bendungan Dlingo. Operasi pencarian dipimpin Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali Kurniawan Fajar Prasetyo. 

“Penyusuran fokus pada aliran Kali Pepe yang diduga menghanyutkan survivor saat aliran air besar. Setelah kami mendapat informasi, langsung mengerahkan relawan untuk upaya pencarian,” kata pria yang akrab disapa Yoyok tersebut, kemarin (12/2).

Dugaan sementara, korban hanyut di Kali Pepe sepulang dari sawahnya. Korban diduga terjebak aliran sungai yang deras. 

“Sejak dikabarkan tak pulang, warga berusaha melakukan pencarian. Selain menyusuri sawah milik Mbah Tri, juga sampai Kali Pepe. Seluruh jalur yang biasanya untuk jalan Mbah Tri sudah diperiksa. Hingga pagi, belum ditemukan juga,” beber Slamet, 50, warga Desa Dlingo. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia