Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Antisipasi Gelonggongan, Daging Berair Jangan Dibeli

13 Februari 2020, 12: 15: 59 WIB | editor : Perdana

KUDU JELI: Pedagang daging sapi di Pasar Kota Wonogiri tunjukkan daging segar, kemarin (12/2). 

KUDU JELI: Pedagang daging sapi di Pasar Kota Wonogiri tunjukkan daging segar, kemarin (12/2).  (IWAN ADI LUHUNG)

Share this      

WONOGIRI – Konsumen diminta ekstrahati-hati dan teliti dalam membeli daging sapi. Ini guna mencegah mengonsumsi daging gelonggongan yang dapat berdampak pada kesehatan. 

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan dan Peternakan (Dislakpernak) Wonogiri Sutardi mengatakan, daging gelonggongan diperoleh dari sapi yang sebelum disembelih dipaksa meminum air hingga pingsan. Bahkan, terkadang sapi masih dipaksa lagi untuk meminum air hingga mati dan baru disembelih.

"Pada kasus pengungkapan daging sapi gelonggongan belum lama ini, di sela-sela serat dagingnya masih terlihat darahnya. Kemungkinan sapi disembelih ketika sekarat atau mati," ujarnya, Rabu (12/2).

Ciri daging sapi gelonggongan adalah berair ketika dipegang. Atau meneteskan air ketika diangkat maupun digantung. Tidak beraroma khas layaknya daging segar. Warna daging pucat hingga kebiruan yang menandakan banyaknya bakteri.

“Semakin lama daging tidak segera dimasak, maka pertumbuhan bakteri patogen seperti e coli semakin cepat. Jika dikonsumsi, efeknya bisa mengakibatkan diare,” beber dia. 

Bagi konsumen yang tidak jeli, bakal kesulitan membedakan daging sapi gelonggongan dengan yang segar. Sebab, pedagang nakal bisa mencampur keduanya. 

“Cek daging yang hendak dibeli. Daging terlalu basah atau tidak. Pedagang juga jangan tergiur kulakan daging sapi dengan harga lebih murah," tegas dia.

Narti, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Wonogiri memastikan dagangannya merupakan daging segar. Itu dibuktikan dengan mengangkat daging dan tidak ada air menetes. 

“Kalau teman-teman (pedagang) di sini setahu saya tidak ada yang aneh-aneh," ungkapnya. (rm2/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia