Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Waspada, Foto Polwan Ini Kerap Dicatut Akun Abal-Abal untuk Penipuan

Modusnya Jual Beli Online hingga Cari Jodoh

13 Februari 2020, 09: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi

Ilustrasi

Share this      

SOLO – Briptu Arie Fitri tak pernah menyangka jika foto-foto diri yang diunggah dalam akun media sosialnya akan disalahgunakan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Tak terhitung lagi, berapa akun abal-abal yang memakai foto dan mengatasnamakan Briptu Arie Fitri untuk kepentingan tertentu, mulai penipuan jual beli barag via online, bahkan mencari jodoh lewat medsos.

Peristiwa terakhir, polwan anggota Polresta Surakarta ini ditemui seorang ibu rumah tangga asal Landungsari, Pekalongan. Ibu bernama Toharoh, 30, itu mengaku telah berkomunikasi dengan pemilik akun Facebook dengan nama Arie Fitri untuk membeli sepeda motor.

Awalnya, Toharoh melihat postingan akun mengatasnamakan Arie Fitri yang menjual sepeda motor jenis Honda CBR dengan harga miring. "Waktu itu dia menjual dengan harga Rp 12,5 juta. Setelah saya komentari, dia lanjut obrolan lewat WA (WhatsApp)," ucap Toharoh.

Toharoh pun sempat beberapa kali mengirim uang muka dengan total Rp 4,5 juta, dengan janji dari pelaku motor dikirim Selasa (11/2). Namun, hingga kini motor tersebut tak kunjung datang. Toharoh yang sempat curiga berhasil dikelabuhi pelaku dengan mengirimi KTP, SIM, dan kartu tanda anggota (KTA) Polri atas nama Arie Fitri.

"Karena sudah ada identitasnya, saya percaya. Terus dia bilang dia anggota, jadi tidak mungkin menipu. Tapi setelah saya ke sini (mapolresta, Red), terus konfirmasi sama Mbak Arie, ternyata identitas yang dikirim itu palsu juga," papar Toharoh.

Briptu Arie Fitri mengakui, fotonya memang sering digunakan untuk melakukan aksi penipuan jual beli online. "Kejadian seperti ini sudah sejak 2018, sudah banyak yang ke mako (mapolresta) untuk konfirmasi. Katanya beli mobil sama saya, beli motor, beli HP, macam-macam, jumlahnya yang datang juga sudah tidak terhiung, sudah puluhan," ucap Arie.

"Kalau Facebook sendiri saya sudah lama tidak main. Sekarang lebih aktif di Instagram. Nah, jadi penipu ini screenshot foto saya di Instagram, kemudian dibuat akun palsu. Boleh dicek di Facebook, banyak akun palsu yang pakai nama dan foto saya, jadi itu screenshot di Instagram, terus dijadikan foto profil mereka," imbuh Arie.

Benar saja, banyak akun Facebook dan Instagram yang menggunakan nama Arie Fitri lengkap dengan fotonya. Postingannya pun macam-macam, mulai menawarkan sepeda motor, mobil, hingga barang elektronik yang dijual dengan harga murah.

"Jadi saya tegaskan, kalau ada akun yang mengatasnamakan saya, kemudian menjual barang, jangan percaya," ujar polwan Bag Obvit Polresta Surakarta ini.

Arie menambahkan, fotonya tak hanya dijadikan untuk transaksi jual beli saja. Bahkan tahun lalu ada pria asal Palembang yang tertipu. Pria tersebut berkenalan dengan seseorang yang mengaku-aku Arie di medsos. Pria tersebut lantas berpacaran dengan pelaku.

”Pria ini setiap hari katanya mengirim pulsa, terus transfer uang buat belanja, dan macam-macam," ujar Arie.

Puncaknya, pada tahun lalu, pria tersebut nekat datang ke Mapolresta Surakarta untuk menemui Arie. “Dia nunggu saya apel pagi. Eh tiba-tiba dia mengajak saya ke Palembang, katanya mau dijadikan istri. Saya kaget, ketemu baru sekali, tiba-tiba diajak nikah. Setelah diluruskan, ternyata dia tertipu," papar Arie.

Menyikapi hal tersebut, Wakapolresta Surakarta AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, kasus penipuan dengan mencatut anggota Polri memang kerap terjadi. Di mana pelaku memasang foto profil anggota untuk menarik lawan jenis atau menjual suatu barang.

Menurut Iwan, setiap anggota memang diperbolehkan memiliki atau aktif di dunia maya, namun dengan batasan-batasan tertentu. Di antarannya menggunakan media sosial dengan bijak. "Tidak mengupload gambar-gambar yang tidak sesuai atau relevan dengan tugasnya sebagai anggota Polri dan tidak mencerminkan sebagai anggota Polri yang baik," paparnya.

”Namun demikian, kita tidak menampik bahwa kemampuan media sosial untuk menyebarluaskan ke mana-mana tanpa batasan itu sangat memungkinkan orang untuk mencuri profil anggota. Kemudian ditempel di akun palsu untuk melakukan penipuan," imbuh Iwan.

Atas dasar itu, Iwan berpesan kepada masyarakat untuk ekstra waspada karena modus kejahatan beragam. Apabila ada yang mengaku anggota, masyarakat diminta untuk berani bertanya di mana anggota tersebut bertugas serta satuannya, hingga nomor register pokok (NRP) anggota tersebut.

"Bisa datang langsung ke masing-masing satwil atau datang ke kantor polisi terdekat dari rumah. Nanti dari satwil terdekat akan membantu masyarakat mengkonfirmasi satwil yang dituju untuk memastikan. Kemudian kalau dia pakai WA, silakan pakai video call supaya jelas. Jangan terburu-buru mengirimkan uang," pungkas wakapolresta. (atn/ria)

(rs/atn/ria/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia