Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

Gunung Merapi Meletus, 2 Desa Hujan Abu Tipis, Warga Masih Kondusif

13 Februari 2020, 18: 23: 32 WIB | editor : Perdana

Gunung Merapi saat meletus terlihat dari Desa Balerante, Kecamatan Kemalang

Gunung Merapi saat meletus terlihat dari Desa Balerante, Kecamatan Kemalang (DOK WARGA)

Share this      

KLATEN - Gunung Merapi kembali meletus pada Kamis (13/2) pagi pukul 05.16. Letusan ini membuat dua desa sempat turun hujan abu tipis, yakni di Desa Sidorejo dan Balerante. 

Kejadian letusan eksplosif itu membuat warga Desa Balerante, Kecamatan Kemalang ramai-ramai keluar rumah.  Mereka mendengar suara gemuruh sebelum letusan terjadi. Kolom asap letusan itu setinggi 2 km mengarah ke barat laut.

”Memang sebelum letusan, terdengar suara gemuruh dari Gunung Merapi beberapa detik. Warga yang sudah bangun dari tidur langsung keluar rumah untuk melihat. Tapi karena dirasa tidak membahayakan lantas warga beraktivitas seperti biasanya,” jelas Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Pemerintah Desa Balerante Jainu, Kamis (13/2).

Warga Desa Balerante, Kecamatan Kemalang saat menunjukan abu tipis yang menempel di daun tanaman pepaya di belakang rumahnya.

Warga Desa Balerante, Kecamatan Kemalang saat menunjukan abu tipis yang menempel di daun tanaman pepaya di belakang rumahnya. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Letusan itu tidak diikuti dengan luncuran lava pijar. Namun, terdapat percikan api pada bagian puncak. Baru sekitar pukul 07.00, turun hujan abu tipis di sebagain Desa Balerante.

Jainu sempat menunjukan abu tipis yang ada di daunan tanaman pepaya di belakang rumahnya. Memang secara kasat mata kurang terlihat, tapi ketika disentuh terasa kasar yang merupakan abu tipis dari Merapi. Meski demikian, keberadaan abu tidak sampai mengganggu aktivitas warga sehari-hari.

”Warga juga tetap mencari rumput untuk pakan ternak di jarak yang masih aman, sekitar 4 km dari puncak Merapi. Untuk pakan ternak juga tidak terganggu. Karena tidak turun hujan. Sehingga abu yang menempel cepat menghilang. Warga masih kondusif,” jelas Jainu. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia