Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

Gunung Merapi Bergejolak Lagi, Tak Sebesar Letusan Freatik Mei 2018

13 Februari 2020, 18: 55: 12 WIB | editor : Perdana

Asap letusan Gunung Merapi setinggi 2 km mengarah ke barat laut.

Asap letusan Gunung Merapi setinggi 2 km mengarah ke barat laut. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Sebelum meletus kembali pada Kamis (13/2) pagi, Gunung Merapi memang sempat istirahat beberapa bulan selama berada di level waspada. Namun, letusan tadi pagi tidak sebesar letusan freatik yang terjadi pada Mei 2018 lalu.

Meski demikian, kesiapsiagaan warga Desa Balerante atas ancaman erupsi Gunung Merapi terus ditingkatkan. Seperti diketahui, Desa Balerante dan Sidorejo mengalami hujan abu tipis pascaletusan tadi pagi.

”Soal mitigasi bencana, kita sudah mengikuti wajib latih yang diselenggarakan oleh BPPTKG Jogja beberapa waktu lalu. Total ada 150 KK yang sudah mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari empat dusun yang jaraknya begitu dekat dengan puncak Gunung Merapi, yakni Sambungrejo, Sukorejo, Ngipiksari dan Gondang,” Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Pemerintah Desa Balerante Jainu.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Klaten Nur Tjahjono Suharto menjelaskan, dari laporan situasi, kondisi di tiga desa yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III dalam keadaan aman terkendali. Tiga desa itu yakni Balerante, Sidorejo, dan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang

”Masyarakat ketiga desa tersebut tetap tenang dan menjalankan aktivitasnya seperti biasanya. Namun, tetap memperhatikan saran dan rekomendasi dri pihak BPPTKG Jogja. Melarang melakukan aktivitas dengan radius 3 km dari puncak Gunung Merapi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nur mengatakan, tidak terjadi hujan abu vulkanik secara masif di ketiga desa tersebut. Hanya saja, dia mendapatkan keterangan jika terjadi hujan abu tipis di Desa Sidorejo dan Balerante. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia