Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

Kolaborasi untuk  Jaga Kelestarian Lahan Basah

13 Februari 2020, 22: 22: 39 WIB | editor : Perdana

PEDULI :Pelepasan burung dan penanaman pohon di Taman Kehati untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan alam.

PEDULI :Pelepasan burung dan penanaman pohon di Taman Kehati untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan alam.

Share this      

KLATEN - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia  melalui Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (BPEE), Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) melakukan kolaborasi dengan Danone-AQUA untuk peringatan World Wetlands Day (WWD) atau Hari Lahan Basah Sedunia 2020. Lokasi yang dipilih Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten.

Peringatan WWD 2020 dengan tema “Wetlands and Biodiversity” dihadiri oleh Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial Ditjen KSDAE Tandya Tjahjana, Asisten II Pemerintah  Klaten Wahyu Prasetyo. Serta para perwakilan dari Pemprov Jawa Tengah, DIY, Kabupaten Klaten, UPT Pengelola Situs Ramsar, akademisi, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat dan warga sekitar. 

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat memahami nilai dan fungsi lahan basah di Indonesia sebagai aset nasional. Utamanya sebagai sistem penyangga kehidupan,memperkuat komitmen pembangunan daerah dengan memperhatikan kepentingan lahan basah, "ujar Tandya Tjahjana.

Luas lahan basah dunia diperkirakan mencapai lebih dari 12 juta km2 atau lebih dari 6% dari luas total permukaan bumi. Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang memiliki ekosistem lahan basah terluas di Asia setelah China, yaitu sekitar 40,5 juta Ha atau sekitar 20% dari luas daratan yang dimilikinya. 

Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo mengatakan, Danone memiliki visi One Planet One Health dimana antara kelestarian bumi dan kesehatan masyarakatnya saling berkaitan erat.

"Realisasinya  program keberlanjutan dengan pendekatan pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS). Termasuk program konservasi, dimana kami telah menanam kurang lebih 3 juta pohon dengan metode MRV (Measurement, Reporting and Verification) dan aplikasi database online jejak," ungkapnya.

Berbagai kegiatan diadakan dalam peringatan hari lahan basah sedunia mulai penanaman pohon, pelepasan burung, pelepasan bibit ikan di Sungai Pusur. Ada juga edukasi kepada anak-anak dengan lomba mewarnai gambar lahan basah. (ren/oh)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia