Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Features

Upaya Selamatkan Manuskrip Kuno Koleksi Mangkunegaran Berusia 1,5 Abad

14 Februari 2020, 13: 39: 22 WIB | editor : Perdana

Petugas Reksa Pustaka Mangkunegaran melakukan digitalisasi naskah kuno kemarin (13/2).

Petugas Reksa Pustaka Mangkunegaran melakukan digitalisasi naskah kuno kemarin (13/2). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

Reksa Pustaka Mangkunegaran rutin jadi rujukan kalangan akademisi untuk menengok kejadian masa lampau dari balik koleksi naskah kuno dan manuskrip klasik di perpustakaan berusia 152 tahun itu. Namun kondisinya kini mulai terancam karena di makan usia. Apa yang dilakukan?

SILVESTER KURNIAWAN, Solo, Radar Solo

KEBERADAAN naskah kuno dan manuskrip klasik di perpustakaan Pura Mangkunegaran ini perlu diselamatkan. Mengingat usianya sudah puluhan tahun maka rawan rusak dan musnah. Perpustakaan ini total memiliki koleksi 17 ribu item dari berbagai bentuk peninggalan. Mulai dari arsip dan naskah kuno, lontar, prasasti, manuskrip, dan koleksi lainnya.  

Koleksi paling tua berupa manuskrip tulisan Mangkunegara I pada 1769 dengan aksara Jawa-Arab. Isinya tentang sejarah Nabi Adam hingga raja-raja tanah Jawa. “Khusus untuk manuskrip ini belum digitalisasi karena masih belum dibuka untuk umum. Makanya masih disimpan di tempat khusus. Tapi untuk naskah dan manuskrip lain beberapa sudah didigitalisasikan,” terang petugas alih aksara Reksa Pustaka Mangkunegaran Darweni

Di luar itu, koleksi manuskrip dan naskah kuno lainnya mulai didigitalisasikan untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi yang terkandung dalam literasi masa lalu. Dengan demikian naskah asli akan tetap terpelihara dengan baik, sembari informasi bila terus disalurkan pada siapa saja yang membutuhkan. 

“Keseluruhan manuskrip itu ada 700 judul dengan ratusan ribu halaman. Sementara arsip dan naskah kuno juga ada ribuan. Baru 10 persen yang sudah terdigitalisasi,” beber Darweni.

Darweni optimistis bisa mempercepat proses digitalisasi dengan bantuan alat digitalisasi model baru bantuan dari salah satu perusahaan swasta ini. 

“Ada 120 ribu halaman yang menunggu didigitalisasikan. Dengan alat ini bisa lebih mudah prosesnya dan lebih cepat pengerjaannya,” beber dia.

Perwakilan dari pemberi bantuan Ishii Hidemasa mengungkapkan, teknologi ini mampu memberikan kepastian dalam proses alih media atau digitalisasi. Pihaknya berharap teknologi tersebut bisa mengambil peran penting dalam pelestrian budaya di Indonesia. 

“Kami sadar dokumen dan arsip sejarah adalah bagian dari aset budaya yang mesti dijaga dan dilestarikan. Dengan alat ini maka proses digitalisasi bisa lebih efisien,” imbuh dia. (*/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia