Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Jateng

Pindah Sekolah, Ganjar Tanggung Biaya Pendidikan Siswi Korban Bullying

14 Februari 2020, 18: 45: 40 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terus mengupayakan kepindahan sekolah siswi korban bullying di Purworejo.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terus mengupayakan kepindahan sekolah siswi korban bullying di Purworejo.

Share this      

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memberi perhatian serius terhadap siswi korban bullying di salah satu SMP di Purworejo. Hingga kini, Ganjar terus berupaya membujuk siswi tersebut untuk pindah ke sekolah luar biasa (SLB) dengan semua biaya ditanggung pemerintah.

"Kita terus merayu si anak ini. Sampai tadi malam Insya Allah berhasil. Saya ingin, karena dia berkebutuhan khusus maka sekolahnya di tempat yang bisa memfasilitasi itu," ucap Ganjar usai rapat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani di ruang dinas gubernur, Jumat (14/2).

Selain membujuk si anak, Ganjar juga terus memberi penjelasan kepada orang tua anak yang bersangkutan agar menyetujui usulan soal pindah ke SLB tersebut.  Dikatakan Ganjar, ada satu SLB di Purworejo yang dapat menampung siswi korban bullying itu. 

Meski si anak berstatus pelajar SMP, karena luar biasa maka itu menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Bahkan, pemprov telah menyiapkan segala hal untuk kepindahan si anak. Termasuk mencarikan tempat kos di dekat sekolahan.

Soal biaya-biaya tersebut, dikatakan Ganjar, semua akan ditanggung pemerintah. Apalagi mengingat pekerjaan orang tua siswi hanya sebagai buruh. "Sekarang saya sedang merayu orang tuanya untuk menyetujui. Sampai tadi malam, orang tuanya 80 persen sudah mau. Karena ini bapaknya buruh, kami menjamin agar pendidikannya bisa berjalan dan masa depannya bisa baik. Biaya dari kami semuanya, kami yang menjamin," papar gubernur.

Di sisi lain, Ganjar bakal melakukan evaluasi terhadap sekolah tempat terjadinya bullying tersebut. Ternyata sekolah tersebut hanya memiliki sedikit siswa dan manajemennya dipertanyakan.

Namun demikian, Ganjar juga akan berkomunikasi dengan yayasan terkait lantaran sekolah tersebut berstatus swasta. "Mesti dievaluasi, apakah layak atau harus dimerger saja. Nanti kami berikan masukan dan rekomendasi ke yayasan. Intinya, kami ingin agar semua lembaga pendidikan di Jateng memperbaiki mutu pendidikan, manajemen dan lainnya. Kami akan menggandeng PGRI untuk ini," beber dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang siswi SMP di Purworejo menjadi korban bullying atau perundungan oleh teman-teman sekolahnya. Video bullying terhadap siswi yang diketahui berkebutuhan khusus itu lantas menjadi viral di dunia maya. Terkait kejadian itu, Ganjar Pranowo langsung bergerak cepat untuk menyelesaikan persoalan, baik itu terkait para pelaku maupun korbannya. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia