Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Bebas Korona, 1 Warga Sukoharjo Dipulangkan dari Karantina Natuna

14 Februari 2020, 21: 58: 11 WIB | editor : Perdana

Sejumlah WNI yang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok melakukan senam bersama prajurit TNI di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (10/2).

Sejumlah WNI yang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok melakukan senam bersama prajurit TNI di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (10/2). (JAWA POS PHOTO)

Share this      

SUKOHARJO - Salah seorang warga Sukoharjo yang dipulangkan dari Wuhan, Tiongkok Risky Kartika Sari telah selesai menjalani masa observasi di Natuna, Kepualauan Riau. Risky dinyatakan bebas virus korona dan akan dipulangkan ke kampung halaman Sukoharjo, Sabtu (15/2).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, tidak akan ada penjemputan khusus dari pemkab untuk Risky. Penjemputan hanya akan dilakukan pihak keluarga. 

"Dia sudah menjalani masa karantina. Yang jelas, jika sudah dipulangkan dari karantina, artinya dia sudah bisa dibilang bebas korona. Ibaratnya dia sudah keluar dari rumah sakit dan sehat," kata Yunia kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (14/2).

Yunia mengimbau agar masyarakat tidak perlu cemas dan menjauhi Risky. Meski baru saja pulang dari negara endemis virus korona, namun dengan kepulangan Risky dari karantina, secara otomatis dia dipastikan sehat dan bebas korona. 

"Kami memang tidak ada perhatian khusus nantinya. Dan jika Risky kembali ke Sukoharjo, kami berharap masyarakat jangan menjauhi," ucap Yunia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa mengamini  tidak ada penjemputan khusus dari pihak pemkab. Sebab, dengan kembalinya dari karantina, Risky dinyatakan sehat. Sekda juga belum menerima instruksi khusus terkait penjemputan. (rgl/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia