alexametrics
Senin, 06 Apr 2020
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Polisi Gadungan Kelabuhi Janda, Sikat Uang Rp 38 Juta

15 Februari 2020, 07: 45: 59 WIB | editor : Perdana

David (kanan) diborgol petugas bersama rekannya saat akan kabur.

David (kanan) diborgol petugas bersama rekannya saat akan kabur. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Sepak terjang David, 35 warga Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur yang mengaku sebagai anggota kepolisian berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) berakhir di balik jeruji besi. David yang berhasil mengelabuhi sejumlah janda dan menggondol uang puluhan juta dari korbannya, ditangkap saat pesta sabu di Desa Plumbon, Kecamatan Sambungmacan, Kamis (13/2).

Informasi yang dihimpun, David berhasil menipu sejumlah janda di sejumlah daerah. Salah satunya Yuli Astuti 40, bidan asal Bojonegoro. Untuk menyakinkan korban, David mengaku sebagai anggota kepolisian yang berdinas di Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.

Bermodalkan janji manis, David berhasil membawa kabur uang bidan itu sebesar Rp 38 juta. Uang tersebut lantas digunakan untuk membeli perlengkapan baju dinas seragam polri, kalung penyidik, tiga buah handphone dan keperluan pribadi. Selanjutnya dipakai untuk mencari korban selanjutnya. David juga pernah mendekam di Lapas Bekasi selama 1,5 tahun dalam kasus penipuan.

Aksi David akhirnya berakhir saat jajaran Polres Sragen menggerebek pesta sabu di Plumbon, Sambungmacan. Meskipun David bersama dua rekannya, yakni Rudiyanto, 29, warga Indramayu, dan Wahyu, 39 warga Indramayu sempat melarikan diri dengan Toyota Calya nopol E 1810 RJ. Ketiganya bahkan menabrak anggota Polres Sragen yang melakukan penghadangan.

”Sempat terjadi aksi kejar-kejaran. Sudah diberi tembakan peringatan, tapi tetap berusaha lari. Akhirnya kendaraanya kami tembak, tersangka akhirnya menyerah,” jelas Kasubag Humas Polres Sragen AKP Harno mewakili Kapolres Sragen AKBP Raphael Shandy Cahya Priyambodo, kemarin (14/2).

Dari hasil penggeledahan, ditemukan sabu seberat 1,12 gram dari saku Rudiyanto. ”Rudiyanto dan Wahyu habis menghisap sabu. Sedangkan David sebagai driver yang berperan membawa lari temannya bila digerebek polisi,” jelasnya.   

Ditambahkan Harno, penyidikan Wahyu dan Rudiyanto diserahkan ke Satuan Reserse Narkoba. Sedangkan David dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal untuk didalami kasus pemalsuan KTP dan SIM. ”Mobil dan dua ponsel turut diamankan,” jelasnya.

Tak hanya itu, baju dinas polri lengkap dengan atribut berpangkat AKP milik David beserta dua buah KTP, dan SIM palsu disita sebagai barang bukti. ”Dari KTP asli David ada keterangan pekerjaannya sebagai sopir,” imbuh Harno.

Polisi juga menyita bor listrik, empat mata bor dan baterai cadangan untuk daya bor listrik. ”Dari pengakuan ketiganya berencana akan melakukan pencurian mobil,” jelas AKP Harno. (din/adi) 

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia