Rabu, 26 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Hari Jadi ke-275 Solo, Ingat dan Teladani Jasa Pendiri Kota Bengawan

15 Februari 2020, 06: 20: 59 WIB | editor : Perdana

Wakil Wali Kota Achmad Purnono dan unsur forkompimda berziarah ke makam pendiri Kota Bengawan dalam rangka Hari Jadi Ke-275 Kota Solo.

Wakil Wali Kota Achmad Purnono dan unsur forkompimda berziarah ke makam pendiri Kota Bengawan dalam rangka Hari Jadi Ke-275 Kota Solo. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Peringatan Hari Jadi Ke-275 Kota Solo diawali dengan agenda ziarah ke tiga makam pendiri Kota Bengawan, Jumat (14/2). Kegiatan tersebut guna mengingat dan meneladani jasa kepahlawanan mereka. 

Ziarah dipimpin Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo. Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) dan aparatur sipil negara (ASN) dengan khidmat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Makam Ki Ageng Sala di Kelurahan Baluwarti menjadi tujuan pertama. Selanjutnya menuju makam Ki Ageng Henis di Laweyan, dan makam pujangga Keraton Surakarta Raden Ngabehi Yosodipuro di Pengging, Boyolali.

"Berziarah dan nyekar di makam leluhur Solo merupakan agenda wajib bagi jajaran pemkot. Ketiga tokoh tersebut sangat berjasa dalam berdirinya Kota Solo,” terang Achmad Purnomo di sela-sela ziarah.

Dia juga menyebut rangkaian ziarah dapat menjadi bahan pendidikan kepada masyarakat tentang sejarah Kota Solo. Purnomo berharap aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti ziarah mampu menjadi corong dalam menceritakan tokoh-tokoh berpengaruh dalam berdirinya Kota Bengawan. 

“Kalau tidak bisa datang berziarah, minimal dapat mendoakan. Karena tanpa beliau-beliau, Kota Solo tidak bisa seperti sekarang,” ungkapnya. 

Pemkot secara khusus membuat program ziarah sebagai kegiatan wajib sejak puluhan tahun silam. “Kita ziarah ke leluhur itu bukan minta ke leluhur, tapi mendoakan. Apabila masih ada kesalahan bisa diampuni dan kita yang ditinggalkan bisa melanjutkan cita-citanya. Intinya seperti itu," tandasnya. 

Terpisah, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo berharap tradisi ziarah ke makam leluhur dapat diteruskan oleh generasi selanjutnya. "Jika tidak ada agenda ini mungkin anak-anak tidak tahu kalau ada makam pendiri Kota Solo. Bahkan ASN juga belum tahu," tandas dia. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia