alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsolo
Home > Travelling
icon featured
Travelling

Wisata 700 Pohon Jambu di Kebun Jambu Ngargoyoso, Bisa Petik Sepuasnya

16 Februari 2020, 08: 45: 59 WIB | editor : Perdana

Agrowisata kebun jambu di Desa Jatirejo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.

Agrowisata kebun jambu di Desa Jatirejo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. (TIM RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR - Agrowisata Kebun Jambu Puja, Ngargoyoso, Karanganyar menawarkan wisata petik jambu langsung dari pohonya. Pengunjung bisa makan sepuasnya, atau dibawa oleh-oleh pulang.

Perjalanan kami menuju kebun jambu merah yang terletak di Dusun Candi RT 02 RW 04, Desa Jatirejo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, cukup melelahkan. Kami berangkat dari Solo pukul 09.00, selama di jalan kami hanya mengandalkan Google Maps. Meski lokasi kebun jambu ini cukup dekat dari jalur Ngargoyoso-Kerjo. Perjalanan kami tempuh sejauh 32 kilometer, lamanya sekitar 1 jam.

Agrowisata yang dirintis pak Wajib ini sudah ada sejak 2017 lalu. Begitu sampai di lokasi, kami langsung disuguhi 700 pohon jambu yang memanjakan mata. Kami beruntung karena saat ke lokasi sedang masa panen jambu. Kebetulan ada sejumlah pekerja yang sedang memanen. Mereka terlihat asyik memetik dan memisahkan jambu yang segar, dan jambu yang kurang layak untuk dipasarkan.

Pengunjung bisa memetik jambu sepuasnya.

Pengunjung bisa memetik jambu sepuasnya. (TIM RADAR SOLO)

Sekadar informasi, masyarakat Ngargoyoso banyak sekali yang menanam pohon jambu sebagai mata pencaharian mereka. Salah satunya kebun jambu di Jatirejo ini. Apalagi jambu jenis merah ini memiliki banyak peminatnya, tekstur yang lembut, dan kandungan airnya tidak terlalu banyak.

Dngan tiket terjangkau, wisatawan sudah bisa menikmati jambu gratis. Ada pula olahan es krim rasa jambu, plus berfoto ria di kebun tersebut. Apalagi ada gardu pandang yang bisa melihat kebun jambu seluas 1.500 meter persegi ini. Ditambah panorama Gunung Lawu yang memanjakan mata. Jika ingin membawakan oleh-oleh untuk orang tercinta, di sini juga menyediakan beberapa olahan seperti pangsit, kripik, es krim, dan selai yang semuanya terbuat dari jambu merah yang segar.

Agrowisata yang dirintis warga Jatirejo itu juga dilengkapi berbagai permainan untuk anak-anak. Ada jungkat-jungkit, ayunan hingga tempat outingclass. Saat libur sekolah selalu ramai dikunjungi siswa taman kanak-kanak.

Mereka juga bisa belajar cara merawat tanaman dan memanen jambu. Ternyata, kami baru tahu tidak terlalu sulit untuk merawat pohon jambu. Hanya saja perawatanya harus aktif, selalu diberi pupuk, dan disiram air. Cuaca apapun tidak terlalu berpengaruh, buah dapat dipanen 2-3 hari.

Jambu yang sudah dipanen dipasarkan mulai dari Tawangmangu, Magetan, Solo, Sragen, Madiun hingga Kediri. Pengunjung dari beberapa daerah pun rela mampir ke kebun ini untuk merasakan serunya memetik buah jambu sendiri langsung dari pohonya. Karena cara memetiknya tidak terlalu susah, dan pohon tidak begitu tinggi. Buahnya langsung bisa dimakan sepuasnya.

Namun, jika ingin dibawa pulang sebagai oleh-oleh, pengunjung dapat membelinya seharga Rp 7.000 per kilogram yang berisi empat sampai lima buah. Tentunya, tidak terlalu menguras kantong, buahnya pun dapat memilih sendiri sesuai keinginan. Selain murah meriah, juga sangat mengasyikan bukan? Ditambah suasana Ngargoyoso yang amat sejuk. (mg1/mg2/adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia