alexametrics
Selasa, 31 Mar 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Tetangga Lega, Warga Klaten yang Pulang dari Karantina Bebas Korona

16 Februari 2020, 14: 04: 16 WIB | editor : Perdana

Suasana rumah orang tua HM di Desa Malangan, Kecamatan Tulung, Klaten.

Suasana rumah orang tua HM di Desa Malangan, Kecamatan Tulung, Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Setelah dipastikan bebas dari Korona, sebanyak 238 warga yang selama dua pekan terakhir diobservasi di Natuna, mulai kemarin (15/2) diizinkan pulang untuk bertemu keluarga. Salah satunya, HM, 33, mahasiswi asal Klaten.

Jawa Pos Radar Solo mendatangi kediaman orang tua HM di Desa Malangan, Kecamatan Tulung dan bertemu ayah HM, Ahmadi Syafi’i. “Informasi yang saya dapatkan, penerbangan dari Natuna sekitar pukul 13.00. Lantas sampai di Bandara Halim Perdana Kusuma sekitar pukul 16.00. Tiba di Kota Semarang sekitar pukul 22.00,” jelasnya.

Ya, HM dipastikan akan beristirahat terlebih dahulu di rumahnya Semarang bersama suami dan anaknya. “Karena tiba di Kota Semarang sudah terlalu malam, sekalian istirahat terlebih dahulu di sana. Rencananya Senin (17/2) baru pulang ke Klaten. Tapi soal waktunya jam berapa saya kurang tahu,” terang Ahmadi.

Menurutnya, selama HM diobservasi di Natuna, mereka komunikasi tidak pernahputus. Bahkan dalam satu hari bisa menelepon sebanyak empat hingga lima kali. Terutama pada malam hari.

HM, lanjut Ahmadi, menceritakan kegiatannya selama di Natuna. Salah satunya ikut membantu mengoordinasi kepulangan warga lainnya.

Apakah akan ada penyambutan khusus ketika tiba di Klaten? Ahmadi mengatakan tidak ada. Keluarga sudah sangat bersyukur HM bisa pulang dalam keadaan sehat.

Sementara itu, Rofik, salah seorang tetangga Ahmadi mengaku aktif menyimak informasi kepulangan warga setelah dilakukan observasi di Natuna dari layar televisi. Termasuk mengenai HM.

“Tentunya kami juga ikut senang. Apalagi sudah melalui beberapa tahap penegcekan sehingga dinyatakan sehat. Jadi kami dari warga tidak khawatir sama sekali,” ucapnya.

Rofik memastikan seluruh warga siap menyambut kedatangan HM di Desa Malangan, Kecamatan Tulung. Mengingat tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan.

“Kalau saya lihat di Tiongkoknya penyebaran virusnya memang mengkhawatirkan, sedangkan WNI yang ada di Natuna kan sebelumnya sudah menjalani observasi dan pemeriksaan selama 14 hari, sehingga sudah pasti sehat,” pungkasnya. (ren/wa)



(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia